Beranda / Berita / Turki Bangga Menjadi Negara Dua Juta Pengugsi

Turki Bangga Menjadi Negara Dua Juta Pengugsi

Turki-Bangga-Menjadi-Negara-Dengan-Dua-Juta-PengugsiserambiMINANG-Perdana Menteri Turki mengungkapkan dirinya bangga menjadi pemimpin sebuah negara yang bersedia menampung dua juta orang pengungsi sementara banyak negara-negara kaya justru menutup diri dari kekejaman yang menimpa warga Suriah.

“Dalam empat tahun terakhir, Turki telah mencoba menarik perhatian dunia atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah. Jutaan pengungsi, jutaan anak-anak, perempuan dan orang tua menjadi korban penindasan dari rezim yang berkuasa dan organisasi teroris. Saya berdiri di sini merasa bangga menjadi perdana menteri dari sebuah negara yang menjadi lokasi penampungan dua juta orang pengungsi; 1,7 juta dari Suriah dan sekitar 200.000 orang dari Irak,” Perdana Menteri Ahmet Davutoğlu berbicara kepada para pengusaha yang mewakili negara-negara G-20 saat berlangsungnya konferensi B20 di Ankara, Jumat (04/09/2015).

Davutoğlu juga menyatakan keprihatinannya atas foto jenazah bocah Suriah yang terdampar di pantai Bodrum, Turki.

“Tubuh bocah tak bernyawa itu menjadi peringatan bagi kita semua. Jika anak-anak Suriah tidak bisa hidup aman di rumah mereka, maka begitu juga yang akan dirasakan anak-anak kita di Ankara, Paris, London atau New York,” sambungnya.

Turki sendiri telah menghabiskan dana sebesar 6 milyar Dolar AS dan menjadi negara dengan jumlah pengungsi terbanyak di dunia, sementara beberapa negara Eropa masih menolak kehadiran mereka.

Baca :   Subhanallah, Masjid di Papua Ini berada di perut Bumi

“Saya ingin memanggil seluruh pemimpin dunia, intelektual, dan kalangan bisnis: Pikirkanlah tentang para pengungsi tidak hanya dari Suriah, tapi mereka yang datang dari Afrika dan lokasi lain. Kita harus menggunakan strategi yang terpadu dan membela hak-hak setiap warga negara dengan cara berjuang melawan setiap penindasan. Kita harus bergerak beriringan untuk kemanusiaan. Ini adalah titik balik bagi kemanusiaan dan kita akan melewatinya,” lanjut Ahmet.

Mencermati krisis di Suriah yang sudah berlangsung sejak lima tahun ke belakang, Davutoğlu meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera membuat keputusan yang melindungi rakyat sipil di negara Suriah.

“Selama empat tahun ini, saya telah berusaha dalam kapasitas saya sebagai Menteri Luar Negeri dan kini sebagai Perdana Menteri, bersama Presiden Erdogan untuk meyakinkan para pemimpin dunia pentingnya pembentukan zona aman di Suriah. Kami menawarkan solusi agar para pengungsi ditampung di rumah-rumah mereka,” tutupnya.

Foto Aylan Kurdi, 3, bocah yang tewas saat hendak menyebrang ke pulau Kos, Yunani memicu keprihatinan dunia Internasional. Presiden Erdogan sendiri mengungkapkan kemarahannya dan meyebut dunia Eropa dan Barat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis para pengungsi.(bersamaislam)


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Pemerintah Turki Bersumpah akan Habisi ISIS

serambiMINANG.com – Pemerintah Turki berjanji menumpas habis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di negara …

Tinggalkan Balasan