Beranda / Berita / Upaya Pemerintah Cegah Kabut Asap Terulang Lagi

Upaya Pemerintah Cegah Kabut Asap Terulang Lagi

Upaya-Pemerintah-Cegah-Kabut-Asap-Terulang-LagiserambiMINANG.com – Agar bencana kabut asap tidak berulang terus setiap tahunnya, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyiapkan dana Rp15 miliar untuk pembangunan sekat kanal sebagai pendekatan pencegahan kebakaran lahan gambut di lima provinsi yang rawan.

Lima provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Seperti yang diketahui, bencana kabut asap ini terus berulang setiap tahun dimulai tahun 1997 hingga sekarang.

Sekjen Kementrian LHK, Bambang Hendroyono mengatakan, telah ada kesepakatan tidak ada lagi kendala untuk pembangunan sekat dan kanal.

“Jadi khusus gambut pendekatanya harus dibuat sekat kanal itu dan terbukti di beberapa tempat adanya sekat kanal yang dibangun tidak ada lagi hot spot (titik api) atau berkurang dibanding tahun lalu,” kata Bambang usai rapat koordinasi penanggulangan kabut asap, Sabtu (5/9/2015).

“Nanti kita akan koordinasikan antara BNPB dan Gubernur Riau (diutamakan) bahkan Gubernur Riau menyatakan dari APBDnya juga disiapkan pembangunan sekat kanal,” tambahnya.

Selain itu menurut Bambang, dengan satgas nasional dan sistem yang dibangun bersama secara terpadu mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota didukung komando gabungan oleh gubernur dan bupati di wilayahnya, akan memokuskan di tempat penyebab yang menjadi sumber titik api.

Baca :   Tanggapi #AksiBakarLilin untuk Ahok #

“Secara fundamental akan kita telusuri daerah itu. Sekarang tim sedang bekerja di mana saja daerahnya. Kalau di kawasan atau luar kawasan hutan akan didekati dengan pendekatan sosialisasi kepada masyarakat dan disepakati areal tersebut sebagai areal kelola dan pada akhirnya akan ada kolaborasi swasta dan masyarakat,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan akan ada upaya penegakan hukum di areal yang ada pembakarannya. Bahkan menurut Bambang Satgas juga ingin menelusuri siapa aktor intelektual dan mem-back up pembakaran.

Pada Intinya budaya masyarakat membakar lahan dengan masif akan terus didekati supaya tidak terjadi di tahun akan datang.

“Kita yakin dengan kerjasama pusat, provinsi dan kabupaten dengan kondisi yang sama-sama terjadi tiap tahun dengan pengerahan potensi yang ada dan penyelesaian cepat dan tepat Insya Allah tahun depan tidak akan terulang yang selama ini terjadi. 17 tahun, sejak 1997- 1998 kita menghadapi ini,” pungkasnya. (okezone)


Tentang Eka Sulistyo Ningsih

Lihat Juga

Titik Api Sudah Terdeteksi Lagi Di Profinsi Riau, Jangan Sampai Kebakaran Hutan Besar-Besaran Terjadi Lagi

serambiMINANG.com – Kebakaran hutan yang sudah mejadi agenda tahunan Profinsi Riau tampaknya masih belum bisa …

Tinggalkan Balasan