Beranda / Berita / Karena El Nino, Indonesia Harus Impor Beras

Karena El Nino, Indonesia Harus Impor Beras

Karena-El-Nino-Indonesia-Harus-Impor-BerasserambiMINANG.com – Untuk menghadapi musim Kemarau yang akan berlansung lama, memaksa Indonesia untuk impor beras. Hal ini diakui olehMenko Perekonomian Darmin Nasution mengakui bahwa Indonesia sudah memesan beras dari Vietnam dan Thailand untuk menjaga stok beras di dalam negeri pada awal tahun 2016.

Menteri Perdagangan (Mendang) Thomas Lembong membenarkan pernyataan Darmin tersebut dengan menyatakan bahwa tahun ini Indonesia perlu ‘kesiapan istimewa’ untuk mengantisipasi dampak El Nino yang menganggu musim tanam pada Oktober ini dan otomatis mempengaruhi panen padi di awal 2016.

“Tahun ini dan tahun depan istimewa dengan ada El Nino. Dampaknya juga ke negara lain seperti Thailand dan Myanmar. Karena itu kita perlu kesiapan istimewa,” kata Lembong di sela-sela kunjungannya ke Pasar Santa, Jakarta, Jumat (16/10/2015) kutip serambiminang.com dari detik.com.

Dia menjelaskan, impor beras diperlukan untuk menjaga stabilitas harga beras di dalam negeri.‎ Tapi Lembong enggan membeberkan lebih jauh terkait rencana impor beras dari Thailand dan Vietnam.

“Untuk sementara ini saya bisa menyatakan bahwa pemerintah akan kerja keras untuk mengamankan stok beras. Itu tidak bisa ditawar. Pemerintah harus menjaga stabiltas harga beras,” tambahnya.

Baca :   Kabut Asap Belum Mencapai Padang, Warga Diminta Waspada Jika Padang Kembali Terkena Bencana Kabut Asap

Sebelumnya, ‎Menko Perekonomian Darmin Nasution telah mengakui bahwa memang sudah ada pembicaraan terkait impor beras dengan Vietnam. Pembicaraan juga sudah dilakukan dengan Thailand. “Kita memang sudah bicara dengan Vietnam dan Thailand,” ujar Darmin.

Impor beras ini, sambungnya, perlu dipersiapkan sekarang karena adanya el nino berat yang melanda Indonesia saat ini. Dengan intensitas kekeringan yang amat tinggi, lebih tinggi dari el nino tahun 1997, dan diramalkan akan berlangsung sampai Desember, musim tanam padi tentu terganggu sehingga bisa terjadi kekurangan pasokan beras di awal 2016.

Stok beras Perum Bulog juga tidak aman. Darmin mengungkapkan, Perum Bulog memang masih memiliki stok sebanyak 1,25 juta ton. Namun, 900 ribu ton diantaranya adalah beras premium untuk komersial, hanya 350 ribu ton yang beras medium. Dengan adanya tambahan penyaluran beras sejahtera (rastra) sebanyak 2 bulan, stok beras medium ini akan habis di akhir tahun.


Tentang Eka Sulistyo Ningsih

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan