Beranda / Berita / KASAD : Waspada Kebangkitan Neokomunis Di Indonesia

KASAD : Waspada Kebangkitan Neokomunis Di Indonesia

Jokowi-china-serambiMINANG. com – Tragedi kemanusian melanggar HAM pada 30 September 1965, atau lebih dikenal dengan gerakan G30S PKI. Pemberontakan yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia yang berkiblat ke RRC. Setelah setengah abad tragedi kemanusiaan tersebut, hanya butuh beberapa bulan bagi Jokowi untuk menyembah kembali ke RRC walaupun dinegeri tersebut sudah kental dengan aroma kapitalis.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono mengungkapkan, sekarang ini sudah ada indikasi paham komunis kembali berkembang di Indonesia. Indikasi tersebut terlihat ketika mulai ada desakan dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengubah fakta sejarah. Hal tersebut disampaikan ketika dirinya menjadi tamu khusus dalam acara renungan dan doa bersama peringatan 50 tahun G30SPKI yang digelar Kodam Jaya di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Kita menyadari indikasi kembali ideologi komunis berkembang lagi di Indonesia. Desakan dari kelompok tertentu yang ingin mengubah fakta sejarah dengan seolah-olah mereka lah yang menjadi korban,” ujarnya dalam sambutan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta, Rabu (30/9) kutip Serambiminang.com dari Eramuslim.

Baca :   Jokowi Minta Buwas Jangan Bikin Kegaduhan Lagi, Ada Apa ya ?

Dia juga menilai, sebagai generasi penerus bangsa perlu untuk memahami peristiwa kelam G30S/PKI sebagai fakta sejarah yang tidak terbantahkan. “Sebagai generasi penerus bangsa harus bisa memahami peristiwa G30S merupakan fakta sejarah yang tidak terbantahkan dari kelompok ideologi komunis,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk merenungkan peristiwa kelam itu guna menjaga kewaspadaan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. “Merenungkan kembali guna menggugah kewaspadaan kita agar kejadian agar tidak terulang,” sambung Mulyono.

Oleh karena itu, agar paham tersebut tidak lagi berkembang, dia mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal Ika dan NKRI dalam hidup berbangsa dan bernegara. “Saya ingin mengajak untuk meneguhkan 4 pilar kebangsaan untuk konsensus nasional, Pancasila, UUD 1945, Bhineka tunggal Ika dan NKRI. Keempat adalah pilar agar dijaga dipelihara dan dipertahankan dalam berbangsa dan bernegara,” tutupnya saat sambutan.

Sebab itulah, kedekatan rezim ini dengan Cina harus diwaspadai. Jangan sampai Cina-Cina Komunis kembali mengobrak-abrik NKRI!


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Lihat Juga

Survei Agama RRC 2015:Islam miliki Pengikut Tertinggi Dari Kalangan Anak Muda

serambiMINANG.com –Sungguh Ironis.Selama ini berita tentang penindasan pemerintah komunis RRC terhadap Muslim Uighur menghiasi banyak …

Tinggalkan Balasan