Beranda / Berita / Beginilah PT.Freeport, Masihkah Harus Dipertahankan?

Beginilah PT.Freeport, Masihkah Harus Dipertahankan?

Beginilah-PT-Freeport-Masihkah-Haru-DipertahankanserambiMINANG.com- PT Freeport adalah sebuah perusahaan tambang asal amerika yang masuk ke Indonesia semenjak 1 Mei 1963. Semenjak masuknya perusahaan yang mengeruk emas Indenesia di tanah papua ini tidak terjadi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya warga Papua.

“Lonceng kematian rakyat Papua-Melanesia semakin nyata. Pelan dan pasti bahwa rakyat Papua ada dalam dunia kepunahan ‘terancam’ akibat dari biasnya kebijakan pemerintah di Tanah Papua sejak 1 Mei 1963,” ujar Sekretaris Jenderal DPP-AMPTPI Januarius Lagowan seperti dilansir merdeka (14/11/2015).

Masuknya PT Freepotr ke Indonesia tidak hanya sekedar tidak menyejahterakan warga Papua, tapi juga melakukan pelanggaran-pelanggar yang merugika Pemerintahan, Bangsa, dan Masyarakat Indonesia.

Berikut adalah Kerugian-kerugian bagi bangsa Indonesia yang disebabkan PT Freeport.

1. Freeport tidak melaporkan kandungan-kandungan konsentrat lain

“Saya pernah tanya ke Bea Cukai. Di Bea Cukai timbul masalah chemical konten yang diekspor Freeport berkaitan konsentrat. Freeport harusnya melaporkan setiap chemical konten bukan hanya emas dan tembaga tapi ada chemical konten lain,” ujar Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noersy.

Baca :   Pertahanan Negara Mudah Dibobol Lewat Ketenagakerjaan

2. Freeport tidak niat bangun smelter di Indonesia

Ketika Undang-undang Indonesia menyuruh perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia membangun smelter, PT Freeport mengelak dengan berbagai alasan.

“Pembangunan smelter, divestasi dan sebagainya itu sangat penting, tapi kalau kontrak perpanjangan kita tidak bisa beroperasi lagi pada 2021 buat apa kita bangun smelter?” ujar Vice President Corporate communication Freeport Riza Pratama.

3. PT Freeport buang limbah sembarangan

Freeport juga terus melakukan pengrusakan tanah air Indonesia dengan mencemarinya.

“Freeport seenaknya, limbah dan galian yang diaduk pake mercury (senyawa kimia beracun) dibuang begitu saja ke sungai. Ikan-ikan pada mati, penduduk menderita,” ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan