Beranda / Berita / 44 Tahun Dipenjara, Begini reaksinya Melihat Dunia Baru

44 Tahun Dipenjara, Begini reaksinya Melihat Dunia Baru

44 tahun di penjaraSerambiMinang -Apa jadinya jika Anda keluar dari penjara setelah mendekam sampai 44 tahun? Harus berhadapan dengan teknologi yang lebih maju, Anda mungkin akan stres.

Pengalaman inilah yang dirasakan Otis Johnson. Dipenjara sejak usia 25 tahun, Otis akhirnya keluar dari balik jeruji dengan usaia yang sudah menginjak 69 tahun.

Saat melangkahkan kaki keluar dari gerbang penjara, Otis merasakan dunia yang ditinggalinya telah berubah banyak. Kondisi asing yang sama sekali berbeda kala dia meninggalkan kehidupan di luar penjara pada 1975.

Mengutip laman businessinsider, Jumat, 27 November 2015, Johnson belum lama ini mengunjungi pusat keramaian metropolis Times Square, New York City, Amerika Serikat. Kaget bukan kepalang, Johson terlihat kebingungan dengan kemajuan teknologi yang dilihatnya.

Baca :   Subsidi Listrik Akan Dicabut, Padahal Masih Sering Mati Hidup Listriknya

Orang-orang berseliweran dengan kabel tergantung di telinga layaknya seorang agen intelijen. Sementara pejalan di trotoar terlihat sibuk dengan iPhone di tangan.

Belum lagi ratusan iklan billboard yang tak pernah dilihatnya langsung terpajang di dinding perkantoran. “Saya tak pernah melihatnya. Dulu biasanya orang-orang yang terlihat di jendela,” kata Johnson.

Kepada Al-Jazeera Johson mengaku melihat beragam hal-hal aneh setelah 44 tahun lalu keluar dari penjara. “Saya melihat banyak orang yang berbicara sendiri,” ujar Johnson sambil menggelengkan kepala.

“Saat saya melihatnya, saya melihat mereka memegang sesuatu. Saya tak tahu barang itu, orang menyebutnya telepon. Katanya itu iPhone atau apalah,” Johnson berkata sambil mengernyitkan dahinya.(Dream)


Tentang Tia Aklima

Karena Dakwah, Setiap Orang Punya Cara :)

Lihat Juga

ACN: “Hentikan Pembahasan RUU P-KS”

serambiminang.com – “DPR harus menghentikan pembahasan RUU P-KS selamanya.Jangan ada lagi RUU yang menihilkan Pancasila …

Tinggalkan Balasan