Beranda / Belajar Islam / Allah Memiliki Seratus Rahmat (4)

Allah Memiliki Seratus Rahmat (4)

bunga-matahariserambiMINANG.com– Al-Muhallab berkata, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan rahmat bagi makhluk-Nya di dunia, dengan rahmat itu jugalah mereka akan saling memaafkan dengan sesama pada hari kiamat kelak.

Allah menggunakan rahmat itu kepada mereka selain rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu, yang merupakan sifat dzat-Nya dan selalu menjadi sifat-Nya: yaitu rahmat yang akan memberikan mereka kasih sayang yang lebih melebihi rahmat yang telah diciptakan bagi mereka.”

Al-Muhallab juga mengatakan, boleh juga dimaknai bahwa rahmat yang dipegang di sisi Allah adalah rahmat yang diberikan kepada para malaikat-Nya yang selalu berisitighfar kepada penduduk bumi. Sebab, istighfar para malaikat bagi penduduk bumi menunjukkan bahwa mereka memiliki sifat rahmat bagi penduduk bumi.

Syaikh Utsaimin berkesimpulan, rahmat itu ada dua: rahmat yang berasal dari sifat dzat Allah yang tidak terhitung jumlahnya dan rahmat yang merupakan sifat dari perbuatan yang diisyaratkan di sini. Akan tetapi, tidak satu pun riwayat hadits yang menyebutkan bahwa hanya satu rahmat yang di sisi Allah. Bahkan, semua riwayat sepakat bahwa rahmat yang ditahan di sisi Allah ada 99 rahmat.

Dalam hadits riwayat Salman ada tambahan, “Bahwa Allah akan menyempurnakan rahmat menjadi seratus rahmat dengan yang di dunia,” maka hitungan jumlah rahmat itu dinisbatkan kepada ciptaan-Nya.

Baca :   Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian (2)

Al-Qurthubi berkata, hadits ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui macam-macam nikmat yang diberikan kepada makhluk ciptaan-Nya sebanyak 100 macam [rahmat yang ditafsirkan dengan nikmat itu harus diteliti; karena rahmat yang ada pada makhluk ciptaan-Nya bukanlah nikmat].

Lalu Allah memberikan satu rahmat kepada mereka di dunia yang dengannya tercapailah kemashlahatan hidup dan lahirnya kasih sayang antar sesama. Pada hari kiamat kelak Allah menyempurnakan rahmat-Nya menjadi seratus bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan semuanya memang diperuntukkan bagi hamba-Nya yang beriman sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman-Nya,

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab: 43)

Lafazh Rahiman adalah sifat yang menunjukkan sesuatu yang lebih dan tidak ada tingkatan setelahnya. Dapat dipahami dari ini bahwa kaum kafir tidak mendapatkan bagian sesuatu pun dari rahmat itu, baik dari jenis rahmat sewaktu di dunia maupun lainnya apabila Allah menyempurnakan rahmat-Nya kelak di akhirat hanya bagi kaum yang beriman. (Syarah Shahih Al-Bukhari)


Tentang Bani Sulaiman

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan