Beranda / Belajar Islam / Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (2)

Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (2)

ilustrasi-panorama-jalanserambiMINANG.com – Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memberi peringatan keras terhadap perbuatan yang tercela ini dengan sabdanya,

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ .

“Barangsiapa yang mencela shahabatku, maka baginya laknat Allah dan para Malaikat serta semua manusia”.(HR. Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِي لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ

“Janganlah menghina shahabatku, janganlah menghina shahabatku. Demi Dzat yang jiwa ragaku berada di genggaman tangan-Nya, andai kalian menyumbangkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak dapat membandingi satu mud yang mereka sumbangkan, atau bahkan setengahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam Malik Rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa yang mencaci satu orang dari shahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yaitu Abu Bakar atau Umar atau Utsman atau Muawiyah atau Amru bin Ash, dengan mengatakan, “Mereka berada dalam kesesatan dan kekafiran”, maka dia dihukum mati.”

Baca :   Orang Buta Boleh Mengumandangkan Azan (2)

Imam Ahmad Rahimahullah pernah ditanya tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah Radhiyallahu Anhum, maka beliau berkata, “Aku tidak melihatnya berada dalam agama Islam.”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa mencela mereka, maka dia telah melanggar perintah Allah untuk memuliakan mereka, dan barangsiapa yang menyakini adanya keburukan pada sebagian mereka atau seluruhnya maka dia telah mendustakan Allah Ta’ala dalam firman-Nya tentang keutamaan dan kesempurnaan agama mereka. Dan orang yang mendustakan firman Allah Ta’ala adalah kafir.”

Adapun orang yang menuduh Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu Anha telah berzina, maka dia telah mendustakan Al-Qur`an yang telah menyatakan Aisyah bersih dari hal itu. Orang yang mendustakan Al-Qur`an adalah kafir, dan menuduh Aisyah bagian dari bentuk pendustaan terhadap Al-Qur`an, karena Aisyah adalah istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, menuduh istri beliau sama dengan mencela beliau, dan orang yang mencela beliau adalah kafir.” (Durus Al-Am)


Tentang Bani Sulaiman

Lihat Juga

Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (4)

serambiMINANG.com – Wahai kaum muslimun, sesungguhnya mencela shahabat Radhiyallahu Anhum sama artinya dengan mengatakan umat …

Tinggalkan Balasan