Beranda / Berita / Fahri Hamzah: Dia Kira Dirinya Siapa Itu Rektor (Rektor UNJ), Pakai UU ITE Pecat Mahasiswa

Fahri Hamzah: Dia Kira Dirinya Siapa Itu Rektor (Rektor UNJ), Pakai UU ITE Pecat Mahasiswa

fahri-hamzah-rektor-diktatorserambiMINANG.com – Masih hangat perhatian publik atas di Drop Out (DO)-nya ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uiversitas Negeri Jakarta (UJK), Ronny Setiawan oleh Rektor UNJ berdasarkan Keputusan Rektor Universias Negeri Jakarta nomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dengan alasan telah melakukan kejahatan berbasi teknologi, pencemaran nama baik, dan tindakan penghasutan yang dapat mengganggu ketentraman di Univeristas Negeri Jakarta. (Baca: Tuntut Perbikan Kampus, Ketua BEM UNJ Justru di Drop Out)

Hal ini ternyata juga mengusik perhatian mantan Aktivis Mahasiswa yang kini juga anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah. Malalui akun twitternya Fahri mempertanyakan sikap Rektor UNJ yang dinilai lebih layak disebut sebagai seorang diktator daripada seorang rektor.

Fahri juga mempertanyakan alasan Drop Out terhadap Ronny Setiawan oleh pihak rektor UNJ yang dinilai terlalu mengada-ngada. Bahkan Fahri menilai seharus pihak rektor UNJ memberikan apresisi atas sikap kritis mahasiswa yang masih ada di zaman seperti ini.

Berikut twit Fahri Hamzah yang menolak keras DO terhadap Ronny Setiawan oleh rektor UNJ:

  1. Saya baru menulis soal Jiwa Reformasi dan Demokrasi Kampus. Tiba2 ada kabar rektor yg pecat mahasiswa karena kritis. Satu kata: LAWAN!
  2. Dia kira dirinya siapa itu rektor, pakai UU ITE pecat mahasiswa.
  3. Rektor UNJ yang terhormat, Anda harus bangga punya mahasiswa yang kritis, karena itu pertanda nurani bangsa kita masih hidup. Mungkin Pak Rektor tidak pernah jadi aktivis sehingga nurani tidak pernah diasah krisis. Atau Pak rektor tidak pernah keluar dari dalam laboratorium atau perpustakaan kepada dunia nyata yang dinamis.
  4. Menyesallah Pak rektor karena Anda tidak pernah menjadi demonstran seperti mahasiswa yang Anda pecat. Menyesallah Pak rektor karena Anda bercokol lebih sebagai pejabat daripada penjaga kebebasan akademis.
  5. Tahukah Anda arti kebebasan akademik wahai Pak rektor? Dunia akademik yang Anda pimpin harus dibebaskan dari tekanan apapun selain ilmu pengetahuan. Sehingga dalam kampus, tempat kebebasan berpikir kita semai, tidak boleh ada simbol kekuasaan
  6. Dan kalau Rektor telah berubah menjadi simbol kekuasaan maka Rektor pun layak ditumbangkan!
  7. Tapi Pak Rektor yang terhormat. Pagi ini, seperti pagi di setiap musim hujan ketika Jakarta dan sebagian kota terancam banjir, Anda telah membantu para aktivis mahasiswa bersemi bersama bunga, pertanda awal musim kita
  8. Terima kasih Pak Rektor, Anda mengingatkan mereka ketika politik atau kekuasaan telah bersenyawa dengan para Ilmuan. Ketika kebenaran telah dirampas dari ilmu pengetahuan. Dan ketika semua menjadi kelam, karena kebenaran tenggelam bersama dominasi kekuasaan. Mungkin ini pertanda yang berulang dalam setiap perubahan besar. Bahwa kebenaran mesti diperjuangkan oleh keberanian!
  9. Dan ketika semua telah menjadi mapan, kita hanya punya satu pilihan yaitu hidup bersama dengan orang-orang yang dalam hatinya penuh keberanian.
  10. Dalam sejarah Indonesia, inilah yang muncul dalam setiap reformasi dan kemerdekaan. Dan keberanian itu telah muncul bersama pemuda dan mahasiswa.
  11. Seperti hari ini dan hari-hari mendatang. Adalah hari-hari perjuangan!
  12. Selamat berjuang teman2 mahasiswa. Tiada kata jera dalam perjuangan!
  13. Allahuakbar, Merdeka!
Baca :   Saudi Beri Sinyal Pro Ikhwanul Muslimin Dengan Mengundang Qaradawi


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Ketika Fraksi PKS Membantu Tanpa Meminta Fee

serambiMINANG.com – Disaat semakin minimnya kepercayaan masyarakat pada anggota DPR, Fraksi PKS justru hadir memberikan …

Tinggalkan Balasan