Beranda / Berita / Indonesia Rencana Hutang Lagi, Kali Ini Rp26 triliun Dari Bank Infrastruktur Asia

Indonesia Rencana Hutang Lagi, Kali Ini Rp26 triliun Dari Bank Infrastruktur Asia

bank-infrastruktur-asia-indonesia-ngutangserambiMINANG.com – Kehadiran Bank Infrastruktur Asia yang berkedudukan di Beijing, China, seperti memberikan angin segar bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menteri Keuangan, Bambang P.S Brodjonegoro menilai selama ini pembiayaan multilateral yang bergantung pada Bank DUnia, Bank Pembanguan Asia (ADB), JBIC, dan lainnya dan kemudian kehadiran Bank Infrastruktur Asia ini menjadi alternatif bagi pemerintah dalam mengamankan proyek infrastruktur.

Nilai pinjaman pemerintahan Indonesia tidak tanggung-tanggung, senlai US$2 miliar atau senilai Rp26 triliun untuk pembangunan selama dua tahun. Sedangkan proyek-proyek yang dijalankan bersifat kerjasama pemerintah swasta atau public private partnership (PPP).

“Kami mengusulkan enam proeyek, salah satunya adalah transmisi listrik. Detailnya belum ada kita mau ajukan dulu. Yang jelas ini juga berkaitan dengan co-financing dan multilateral yang lain,” ujar Bambang di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, (14/1)kutip dari cnnindonesia.com.

Secara total AIIB memiliki modal mencapai US$100 miliar atau setara Rp1.300 triliun, dengan sistem setor tunai sebesar 20 persen.‎ Sementara modal yang ditanamkan Indonesia dalam AIIB adalah US$672,1 juta atau Rp8,7 triliun yang dibayarkan dalam lima tahun. Dengan kontribusi tersebut, Indonesia memiliki 3,36 persen dari seluruh modal AIIB dan menempati urutan pemodal terbesar ke-8 di AIIB.

Baca :   Selamat Datang di Era Krisis Moneter 1998, Ekonomi Indonesia Makin Terpuruk

Dengan persentase tersebut, Indonesia memperoleh jatah jabatan Direktur Eksekutif selama 6 periode dari 10 periode pertama di mana satu periode terdiri dari 2 tahun masa kerja.

Untuk mengemban jabatan tersebut, pemerintah telah menunjuk Andin Hadiyanto sebagai Direktur Eksekutif AIIB. Dengan posisi yang strategis itu Indonesia bisa ikut dalam pengambilan keputusan pencairan kredit AIIB.

“Keputusan misal mau beri pinjaman ke suatu negara untuk proyek tertentu harus dapat persetujuan dari board of director, terdiri dari negara-negara yang bisa jadi leaders yang sahamnya besar,” katanya.


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Serangkaian Skenario Melemahkan Umat Islam Era Presiden Jokowi

Tahun 2017 baru berjalan satu bulan, namun kezhaliman dan serangan kepada islam dan umat islam …

Tinggalkan Balasan