Beranda / Berita / Hampir Setengah Juta Warga Suriah Tewas Akibat Perang

Hampir Setengah Juta Warga Suriah Tewas Akibat Perang

Hampir Setengah Juta Warga Suriah Tewas Akibat Perang
Hampir Setengah Juta Warga Suriah Tewas Akibat Perang

SerambiMINANG.com – Syrian Centre for Policy Research (SCPR) mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat perang di Suriah yang berlangsung sejak 2011 sudah mencapai 470 ribu jiwa. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang disebutkan oleh PBB, yang sudah menghentikan perhitungannya 18 bulan lalu, yakni 250 ribu jiwa.

Laporan SCPR menyebutkan dalam laporannya bahwa sekitar 11,5 persen populasi negeri tersebut telah tewas atau terluka akibat perang yang mulai berkecamuk Maret 2011. Jumlah korban luka sendiri diperkirakan mencapai 1,9 juta orang.

Perang Suriah juga telah menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup parah di Suriah. Total kerugian ekonomi yang dialami Suriah akibat perang diperkirakan mencapai 255 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.419 triliun.

Angka korban jiwa akibat perang di Suriah dapat meningkat secara drastis mengingat gempuran yang sedang dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad dan Rusia di Aleppo, yang merupakan kota terbesar di negara tersebut.

Palang Merah Internasional, Rabu, menyebutkan bahwa 50 ribu orang terpaksa mengungsi dari wilayah-wilayah yang menjadi target serangan udara Rusia, yang telah menewaskan banyak warga sipil.

Baca :   Hati-Hati, Ditemukan Produk Asal Cina Berlabel Halal Palsu di Indonesia

Dari 470 ribu korban tewas, menurut SCPR, 400 ribu di antaranya tewas akibat serangan sementara sisanya meninggal karena minimnya fasilitas kesehatan, kesulitan mendapat obat-obatan, air bersih dan kelaparan seperti yang terjadi di Madaya.

“Kami menggunakan metode penelitian yang sangat ketat dan kami sangat yakin dengan angka ini,” ujar Rabie Nasser, penulis laporan, kepada the Guardian. “Jumlah korban tak langsung akan lebih besar di masa depan, meski mayoritas NGOs dan PBB mengabaikan mereka.

“Kami rasa dokumentasi yang dilakukan PBB dan estimasi informal meremehkan jumlah korban karena tak kurang mendapat akses terhadap informasi selama krisis.”

Untuk melakukan penelitiannya, SCPR rela terjun langsung ke lapangan dan bermarkas di Damaskus. Agar tidak menjadi target serangan rezim Assad, mereka berupaya untuk tidak mengkritisi pemerintah Suriah dan sekutunya—Rusia, Iran dan Hizbullah—sama sekali. Mereka juga menggunakan bahasa netral ketika menyebut kelompok bersenjata yang berusaha menggulingkan Assad.

 

Rima News


Tentang Zamzami

Hanya orang biasa, yang senang dengan teknologi

Lihat Juga

Ini Komentar Imam Besar New York Terkait Hilangnya Palestina Dari Google Map

serambiMINANG.com – Lenyapnya negara Palestina di Google Maps turun memantik reaksi dari Shamsi Ali. Bagaimana …

Tinggalkan Balasan