Beranda / Belajar Islam / Sudahkah Kita Mengerti Arti Kebenaran yang Sejati?

Sudahkah Kita Mengerti Arti Kebenaran yang Sejati?

benarserambiMINANG.com – Dalam hidup ini kebenaran masih menjadi sebuah pertanyaan, tidak pasti suatu hal yang kita rasa benar merupakan kebenaran hakiki. Suatu kebenaran bisa diyakini kebenarannya hanya saja jika ada bukti yang jelas dari sang pencipta. Hanya sesuatu yang diakui ALLAH kebenarannyalah merupakan suatu kebenaran yang hakiki.

Dalam mencari kebenaran manusia melakukan banyak hal yang kadang membawanya kepada kebenaran dan kadang justeru menjauhkannya dari kebenaran itu. Ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh ALLAH sehingga mau menjadikan Al-Qur’an sebagai buku petunjuk kebenaran. Selain Al-Qur’an ada Sunnah Rasulullah saw yang menjelaskan kepada manusia cara-cara memahami kebenaran yang dikatakan ALLAH dalam Al-Qur’an. Agar bisa selamat menjalani hidup di dunia yang sederhana dan sebentar ini, seorang manusia harus menggenggam teguh Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.

Jangankan kita yang dalam menjalankan Syari’at Agama ini mengikuti kepada pendapat ulama-ulama yang memiliki kapasitas ilmu. Seorang ulama dengan ulama lainnya saja kadang berbeda dalam memahami suatu ayat dalam Al-Qur’an. Dan kita tidak ditugaskan untuk menyalah-nyalahkan suatu pendapat.

Baca :   11 Hal Penting yang Menandakan Seseorang Meyakini ALLAH Sebagai Tuhannya, Hati-Hati

Intinya saya hanya ingin menggambarkan bahwa sesuatu hal yang kita anggap benar bisa jadi keliru, hanya saja ilmu kita belum sampai untuk memahami kekeliruan tersebut. Buat apa sombong menganggap benar segala yang kita fiirkan, karena bisa jadi kitalah yang salah, hanya saja kita tidak mengetahuinya.

Terkadang orang yang telah lama menapakkan kaki di dunia ini, yang sudah merasakan asam-garam kehidupan, dan tidak terhitung pengalaman yang dilaluinya. Terkadang orang itu merasa sombong dengan menganggap diri paling benar dan tidak lagi mendengar suara-suara kecil yang menasehatinya. Bisa saja seorang guru akan menolak kebenaran yang disampaikan oleh muridnya karena alasan ego pribadi. Atau mungkin orang tua yang tidak mendengarkan apapun perkataan baik anaknya, karena dia menganggap anaknya tidak akan mungkin mengatakan kebenaran setelah sekian banyak perilaku buruk yang telah dilakukannya.

Terkadang seseorang harus berfikir kembali dan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan hal besar.


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Pasaman Resmi Digelar

Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Beny Warlis, membuka secara …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: