Beranda / Belajar Islam / Perbandingan Antara Pacaran Dengan Ijab-Qabul Dan Ada Apa Dengan Cinta

Perbandingan Antara Pacaran Dengan Ijab-Qabul Dan Ada Apa Dengan Cinta

jatuh-cintaserambiMINANG.com – Pacaran, pembahasan yang terus dicari-cari alasan untuk memebenarkannya oleh sebagian orang. Kegiatan yang hanya merusak fitrah manusia dan mengingkari kekuasaan ALLAH. Kegiatan yang hanya merusak kesucian cinta diantara sesama manusia. Kegiatan yang merupakan perwujudan pengingkaran kepada ALLAH sebagai Tuhan.

Banyak yang menganggap pacaran sudah menjadi hal yang lumrah bahkan menganggapnya dibutuhkan sebelum melangsungkan pernikahan. Pacaran dianggap sebagai ajang pengenalan yang bertujuan agar rumah tangga yang tercipta kelak kokoh dan penuh oeh makna cinta sejati.

Salah satu rukun pernikahan adalah Ijab dan Qabul. Ijab dan Qabul merupakan perjanjian yang sangat luar biasa sehingga ALLAH mengatakannya sebagai perjanjian yang amat kukuh (Mīthāqāan Ghalīžā). Perjanjian yang beratnya hanya diberikan ALLAH kepada tiga hal.

Dan bagaimana kalian akan mengambilnya kembali, padahal kalian telah bergaul satu sama lain dan mereka telah mengambil janji yang kuat(Mīthāqāan Ghalīžā) dari kalian? (An-Nisa’: 21)

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh (Mīthāqāan Ghalīžā). (Annisa’:154)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh(Mīthāqāan Ghalīžā). (Al-Ahzab :7)

Sungguh perjanjian yang tidak main-main besarnya. Tanggung jawab yang terjdi akibat perjanjian itu tidak bisa dianggap enteng.

Dengan terjadinya Ijab dan Qabul maka telah terjadilah penyerahan anak perempuan dari seorang ayah kepada seorang laki-laki lain yang tidak ada pertalian darah dengan anaknya. Penyerahan yang bermakna penyerahan seutuhnya, penyerahan yang mengakibatkan sang anak perempuan menjadi harus mendahulukan laki-laki lain yang datang ke hidupnya menjadi suaminya dibandingkan ayah dan ibunya.

Kita harus memaknai secara benar Ijab dan Qabul agar kita tidak terjatuh kedalam hal-hal yang dicela ALLAH seperti pacaran.

Baca :   Begini Jadinya Jika Pesta Pernikahan Dijaadikan Bisnis

Ijab Qabul berarti penyerahan tanggung jawab terhadap seorang anak perempuan kepada suaminya. Dalam artian setiap hal yang pada mulanya menjadi tanggung jawab orang tua sang anak perempuan menjadi tanggung jawab sang suami si anak. Tanggung jawab yang  meliputi segala hal nafkah, perlindungan, kasih sayang, cinta, dan lain sebagainya.

Ijab Qabul berarti segala kewajiban seorang ayah kepada putrinya diserahkan kepada laki-laki yang menjadi suaminya. Segala kewajiban untuk melindungi dan menjauhkan dari panasnya api neraka telah berpindah kepada sang suami. Kewajiban untuk mengajarkan pemahaman islam yang benar juga termasuk. Sehingga seorang yang menjadi suami harus paham dengan baik ajaran Islam.

Dengan terjadinya Ijab dan Qabul seorang wanita menjadi milik suaminya seorang dengan segala tanggung jawab dan kewajibannya.

Jika kita bandingkan dengan pacaran yang marak terjadi di generasi muda saat ini sungguh jauh terpisah antara langit dan bumi. Yang satu mendatangkan ridha ALLAH dan yang lainnya mendatangkan murka ALLAH.

Pacaran tidak pernah berarti sebagai penyerahan seorang putri kepada laki-laki lain oleh ayahnya, namun sebuah perampokan anak perempuan oleh laki-laki lain. Dan hanya oran tua bodoh yang mau menyerahkan anaknya kepada perampok untuk diperkosa hati dan fisiknya.

Dengan pacaran sang lelaki tetap tidak memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi dengan pacarnya. Seburuk apapun yang terjadi dengan sang anak perempuan masihlah menjadi tanggung jawab ayahnya, sang lelaki bisa lari kabur dan mengatakan “Itu bukan tanggung jawabku”. Jadi apa gunanya pacaran yang tidak memiliki legalitas yang diakui oleh Pencipta?

Pacaran tidak berarti laki-laki memiliki kewajiban bagi sang laki-laki untuk melindungin dan mengarahkan pacarnya untuk jauh dari api neraka. Ungkapan cinta dalam pacarn sama halnya dengan, “Maukah engkau merasakan panasnya neraka ALLAH bersamaku?.”

Hindarilah pacaran sebagaimana kita takut akan dimasukkan kedalam neraka jahannam. Semoga ALLAH melindungi ki semua dari fitnah yang berat ini.


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Cinta Yang Tak Jatuh

serambiMINANG.com – Cinta Yang Tak Jatuh Cinta, begitu orang mendengarnya maka yang terbayang hanya sisi …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: