Beranda / Surau / Sejarah Islam / Inilah Bukti Jerman Menganut Sistem Islam

Inilah Bukti Jerman Menganut Sistem Islam

masjid-jermanserambiMINANG.com – Johann Wolfgang von Goethe. Dia adalah salah satu Filsup paling terkenal asal Jerman. Ust Salim a fillah menulis tentang Goethe, inspirasi perjalanan beliau di Frankfurt. Bisa di lihat tulisannya di page beliau. Tulisan yang sangat bagus menurut saya, bercerita tentang sisi lain dari Goethe yang mencintai Muhammad, Al-Quran dan Islam. Banyak sekali rahasia tentang Islam yang dapat di temukan di Eropa. Membaca tulisan tersebut, saya ingin menuliskan opini saya tentang Islam di Eropa, terutama di Jerman. Dengan tokoh yang berbeda tentunya.

Ini tentang sebuah sistem asuransi paripurna yang di kembangkan pertama kali oleh Pangeran Otto von Bismack, kanselir “Reich” pertama . Asuansi paripurna Bismarck sangatlah fenomenal di dunia, bahkan asuransi yang terus berkembang ini di jadikan rujukan banyak negara di dunia. Ini adalah sebuah sistem asuransi yang meng-cover hampir semua aspek sosial. Kesejahteraan untuk semua dan keadilan sosial, itulah sasaran yang dituju oleh pemerintah Bundes Republik Deutschland (Jerman). 26,7 persen pendapatan nasional bruto Jerman dipergunakan untuk belanja negara di bidang sosial.

Sistem ini sangat lengkap yang mencakup asuransi kesehatan, purnakarya, kecelakaan, perawatan dan pengangguran, lalu melindungi warga terhadap dampak finansial dari risiko yang dapat mengancam eksistensi. Bahkan sistem ini pun mencakup tunjangan untuk keluarga. Tunjangan Ibu melahirkan, tunjangan Ibu menyusui, tunjangan Anak hingga umur 25 tahun dan tunjangan-tunjangan lainnya. Bahkan pendidikan juga di cover oleh pemerintah, dari Sekolah dasar hingga Doktoral. Intinya adalah: tidak ada yang terlantar di Jerman. Semua dijamin oleh negara. Bahkan para pengungsi dari negara konflik pun di jamin kehidupannya oleh Negara. Bisa dikatakan, tempat mengungsi paling baik adalah jerman. Pemerintah menyeru kepada penduduk untuk memberikan tempatnya kepada para pengungsi, mereka di beri rumah yang layak dan uang untuk kehidupan secara cuma-cuma. Mereka pun di beri pendidikan yang layak, yang pada dasarnya sangat mahal harganya.

Mengapa ini bisa terjadi? tentu saja atas jasa Bismarck yang membawa idenya ke dalam Undang-undang yang di sah kan oleh Parlemen. Dan hingga saat ini, orientasi dari Bismarck tidak berubah. Jerman masih berslogan “Kesejahteraan untuk semua dan keadilan sosial”. Dan pada realitanya jerman melakukan hal tersebut. Saya pribadi melihat kenyataan tersebut. Bagaimana Kindergeld atau uang untuk anak di berikan oleh negara, walaupun anak itu bukan warga negara jerman. Bagaimana Orang Miskin di jamin hidupnya oleh negara, walaupun banyak dari mereka (pengangguran) yang protes bahwa tempat kerja mereka di rebut oleh para Imigran, padahal realitanya mereka tidak mau belajar dan bersaing, mereka tidak memiliki keahlian dan jadilah mereka menganggur. Tapi, apapun itu, mereka tetap di jamin oleh negara, sewa rumah mereka di bayar oleh negara dan jika mereka memiliki anak, anak mereka pun di jamin. Semua terjamin di negara yang mayoritas bukan Muslim ini.

Sekarang adalah point paling menarik. Saya sempat berbincang dengan seorang Ibu yang suaminya adalah Doktor dalam bidang sejarah. Menurut Doktor sejarah itu, Bismarck membuat sistem asuransi paripurna tersebut karena terinspirasi oleh Islam. Saya belum sempat mencari artikel-artikel ilmah terkait hal tersebut, dan belum sempat berbincang lebih lanjut dengan ibu tersebut. Tapi saya yakin dengan hal tersebut, bahwa sistem Bismarck terinspirasi dari Islam, karena Bismarck sendiripun adalah seorang yang mencintai Muhammad dan Al-Quran, sama halnya seperti Goethe. Terlihat dari Ucapannya berikut:

“Ich bedauere es sehr, oh Muhammad, dass ich nicht mit Dir in gleicher Zeit leben konnte! Dieses Buch, dessen Lehrer und Verkünder Du bist, ist nicht Deins. Es ist von Gott. Es abzustreiten, dass dieses Buch von Gott ist, ist so lächerlich, wie wenn man zu behaupten versuchen würde, dass die positiven Wissenschaften absurd seien. Die Menschheit hat ein besonders mächtiges Genie wie Dich, einmal erlebt und wird es nie wieder erleben können. Ich beuge mich in Deiner würdevollen Gegenwart in vollkommener Ehrfurcht”

Baca :   Islam dan Sains (Pengaruh Islam Terhadap Sains Modern)

intinya adalah, Bismarck menyesal tidak dapat hidup satu zaman dengan Muhammad, dan mengakui bahwa Al-Quran berasal dari Tuhan. Dan terlihat jelas dalam perkataanya tersebut bahwa dia sangat mengagumi Muhammad.

Lalu sistem islamnya dimana?
Saya paparkan opini saya, yang mengaitkan Sistem Bismarck dengan sistem Islam.

yang pertama tentu saja adalah sistem si kaya menjamin si miskin. Ini adalah sistem Islam yang paling inti tentang jaminan sosial. Dalam setiap harta si kaya terdapat hak si miskin,begitu kurang lebih bunyi kaidahnya, baik itu zakat, infaq maupun shadaqah. Dan ini pun berlaku di Jerman. Si kaya menjamin si miskin, dan tersistem dengan baik.

Yang kedua adalah, 8 golongan penerima zakat. Setidaknya ada 4 golongan dari 8 yang di jamin oleh pemerintah. 1.Fakir 2.Miskin 3.Garim ( penghutang) 4.Ibnu Shabil (penuntut ilmu). empat yang lainnya tidak memungkinkan untuk di terapkan. ( Budak, Muallaf, fisabilillah, Amil zakat ). Jerman menjami 4 golongan yang saya sebutkan di atas. Bahkan Student pun mendapatkan jaminan. Dan banyak pengkhususan yang luar biasa di jerman ini bagi Student. Saya merasakannya sendiri.

Yang ketiga adalah kesejahteraan Masyarakat, termasuk jaminan dan keadilan sosial adalah tanggung jawab pemimpin. Ini adalah inti dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, lalu di shohihkan oleh Bukhari dan Muslim. Di jerman tentu saja kesejahteraan dan keadian sosial menjadi prioritas utama. ini sangat mencerminkan Islam.

Tiga sistem tersebut bisa dikatakan adalah cerminan dari sistem Islam dan yang paing utama dalam sistem pemerintahan Islam. Saya tentu saja tidak berbicara detailnya, yang saya yakin lebih rumit dari membicarakan masalah Politik Dunia yang semrawut saat ini. Karena detail dari sistem tentu saja akan membenturkan dengan banyak dalil-dalil syariat, tentang Riba, tentang kaidah-kaidah ushul fiqih yang saya pun kurang faham dalam hal tersebut. Tapi intinya adalah, saya yakin bahwa perkataan Doktor sejarah itu adalah benar, bahwasannya Bismarck membuat sistem asuransi paripurna itu terinspirasi oleh Islam. Dia terinspirasi oleh Al-Quran dan Muhammad. Dan saya memang benar-benar melihat sistem Islam itu di sini. saya melihat sistem itu dengan jelas. Saya melihat Eropa bahkan lebih Islami daripada negara berpenduduk mayoritas Islam. Ada Islam di Eropa.

OTTO-VON-BISMARCK

Dan terakhir, tentu saja adalah sebuah harapan. Harapan saya adalah Sistem Islam yang paripurna dapat di terapkan di seluruh Dunia,bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, tapi demi keadilan Dunia. Dan itu berarti, kaum Muslimin yang ingin menerapkan Sistem Islam paripurna harus berusaha untuk menguasasi pos-pos strategis yang ada di Dunia. Pos Ekonomi misalkan. Kita harus benar-benar menguasai keadaan dan ilmu Ekonomi yang ada saat ini, dan menjadi juara dalam hal tersebut. Kalau bisa mendapatkan hadiah Nobel kalau kata kang Elvandi. Dan dunia menjadikan kita kiblat Ekonomi karena kita telah di akui. Banyak Pos yang harus isi seperti pos Sains, Politik, Sosial, Pemodal dan banyak lagi yang lainnya, dan kita harus menjadi juara di bidang itu atau minimal bersaing secara setara dengan penguasa bidang itu. Banyak proyek raksasa yang harus di fikirkan dan harus kita raih. Untuk membuat dunia menjadi Adil dan Sejahtera.

Berlin 07.01.2016

(Judul asli SISTEM ISLAM DI JERMAN ATAS JASA OTTO VON BISMARCK)


Tentang Hudzaifah Muhibullah

Sekretaris Forkom Jerman, Mahasiswa Jurusan Politik,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: