Beranda / Surau / Pemikiran Islam / Orientalis dan Perusakan Jati Diri Bangsa Indonesia

Orientalis dan Perusakan Jati Diri Bangsa Indonesia

Orientalis_dan_Perusakan_Jati_Diri_Bangsa_IndonesiaPenjajahan bangsa eropa ke indonesia tidak bisa hanya dikatakan bermotifkan mencari rempah-rempah tapi juga termasuk didalamnya penjajahan dan perusakan pemikiran.

Penjajahan bangsa kolonial ke Indonesia juga dilatar belakangi oleh motif agama (Gospel).

Kerusakan yang timbulpun bukan hanya bersifat fisik, tapi juga moral.

Indonesia memang telah merdeka sejak 1945 silam, tapi kerusakan moral dan kerusakan fikiran tetap bersarang di kepala-kepala didikan penjajah. Pemikiran yang ditinggalkan juga tidak lepas dari penyimpangan-penyimpangan.

Thomas Stamford Raffles, seorang penjajah asal Inggris (juga Orientalis) pernah menulis buku tentang “History Of Java”. Dalam bukunya ini Raffles menulis tentang sejarah kehidupan masyarakat Jawa. Beberapa poin yang dituangkan Raffless diantaranya adalah: kondisi geografis pulau jawa (termasuk di dalamnya keterangan geologi), adat istiadat penduduk di jawa, bahasa dan sastra, serta agama.

Dalam bukunya ini Raffles menulis bahwa “Agama Islam yang berkembang di Jawa terlihat hanya menekankan penampakan dan pelaksanaan, tapi hanya sedikit yang berakar dalam hati orang-orang jawa”

Ungkapan ini ditulis oleh Raffles dalam bukunya “History Of Java”. Jika ditarik akar permaslahannya sebenarnya apa yang disampaikan oleh Raffles ini tentu tidak benar sama sekali, selain tidak bisa dibuktikan secara ilmiah juga tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.

Namun hal ini lebih kepada kepentingan bangsa penjajah yang menyadari ancaman utama yang sebenarnya dihadapi oleh mereka adalah Islam. Maka salah satu cara untuk mengendorkan perlawanan adalah dengan cara menjauhkan masyarakat dari Islam.

Baca :   Antara Miss Universe dan Pengeras Suara Masjid

Dan salah satu teori untuk melemahkan ancaman Islam terhadap kaum penjajah ini adalah memberikan Identitas yang tidak ada hubungannya dengan ke Islaman.

Salah satu yang membuat teori tersebut adalah Thomas Stamford Raffles yang juga disinyalir Orientalis pertama di Indonesia ini. Tertuang dalam tulisannya salah satunya “History Of Java”. Menurut Dr. Tiar Anwar Bachtiar, buku ini dibagikan kepada penguasa-penguasa di Jawa yang dekat kepada pemerintahan penjajah saat itu.

Ungkapan Raffles dalam “History Of Java” seperti yang telah dijelaskan sebelumnya sebenarnya sarat akan pengaburan Islam yang menjadi pemicu perjuangan rakyat kala itu. Pada umumnya perjuangan yang muncul merupakan kobaran semangat jihad rakyat yang dipandu oleh para Ulama dan juga dari pesantren-pesantren yang ada. Namun perbedaan paradigma justru membuat tulisan Raffles “Jauh panggang dari pada api”

Dalam pemisahan nilai-nilai ke Islaman oleh penjajah, Tiar Anwar Bachtiar juga menjelaskan salah satu caranya adalah adanya upaya menghidupkan “Hindu” di jawa yang ditandai dengan Ekskavasi candi Borobudur (1814), candi panataran(1815), dan candi prambanan (1815).

Seolah penjajah Kolonial (yang juga Orientalis) saat itu ingin mengesankan “Sebetulnya yang menjadi jiwa orang Jawa adalah bukan Kasultanan (Yogyakarta) dan Kasunanan (Surakarta) yang keduanya berlatar belakang Islam, tetapi jiwa orang jawa adalah “Hindu-Budha”

Perusakan jati diri oleh para Orientalis masih tetap terjadi, bahkan tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia.

 

Allahu a’lam


Tentang Andri Oktavianas

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Padang

Lihat Juga

Islam dan Sains (Pengaruh Islam Terhadap Sains Modern)

serambiMINANG.com – Islam dan sains, bukanlah padanan istilah yang lazim digunakan dalam dunia akademik. Dalam pendidikan …

Tinggalkan Balasan