Beranda / Berita / Bagaimana Puasa Menghasilkan Sabar?

Bagaimana Puasa Menghasilkan Sabar?

puasaserambiMINANG.com – “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS Al Baqarah ayat 45)

Selain menumbuhkan keajaiban pertama berupa ikhlas, diharapkan Ramadhan menumbuhkan keajaiban kedua, yaitu shabar. Karena itu Al Qur’an menyatakan shabar sebagai sarana pertolongan (QS Al Baqarah ayat 45).

Sabar yang ajaib itu shabar yang ibarat kita naik sepeda mendaki lereng bukit kita bisa sampai ke puncaknya. Setelahnya, kita bisa meluncur bebas dari puncak menyusuri lereng lainnya hingga sampai ke kaki bukitnya. Belum dikatakan sabar yang ajaib, bila belum sampai puncak bukit kita telah kehabisan sabarnya. Itu baru sabar “karepe dewe”, sabar semaunya sendiri.

Sabar yang ajaib akan membantu kita bisa menikmati kemudahan-kemudahan yang ada dalam setiap kesulitan. Fainna ma’al ‘usri yusran. Maka sesungguhnya BERSAMA kesulitan ada kemudahan-kemudahan. Demikian disebutkan dalam QS Alam Nasyrah. Lalu QS Alam Nasyrah pun mengulang dan menegaskan kembali: inna ma’al ‘usri yusran. Sesungguhnya BERSAMA kesulitan ada kemudahan-kemudahan.

Karena sangat pentingnya sabar itu, Ramadhan datang untuk melatih kesabaran kita. Sebab tanpa latihan, kita sulit bisa memiliki sabar yang ajaib.

Latihannya dibuat alami dan sasarannya adalah kebutuhan primer semua manusia: makan, minum, dan seks. Bila kita shabar

terhadap kebutuhan primer, diharapkan mampu sabar terhadap
kebutuhan sekunder, apalagi tertier.

Sayangnya kita suka ngakali. Bukannya menyukseskan proyek sabar, malah kita bikin proyek “balas dendam” saat berbuka. Coba lihat ta’jil (hidangan berbuka) apa saja yang kita siapkan? Umumnya: banyak macam. Beruntung bagi yang biasa-biasa saja ta’jilnya. Akibatnya hasil proyek sabar termarjinalkan oleh proyek “balas dendam”. Bahkan bisa tak berbekas. Na’udzubillah min dzalik. Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa banyak shaimin (orang yang puasa) yang hanya mendapat lapar dan dahaga. Aduh.. gagal deh proyek sabarnya (puasa).

Baca :   Alhamdulillah, Ongkos Naik Haji Tahun 2015 Turun

Karena itu Ramadhan selalu datang dengan proyek sabar dan berharap kita berhasil mendapatkan sabar yang sejati. Bila kemarin gagal atau kurang sukses, semoga Ramadhan kali ini kita berhasil dan bisa diberkahi dengan keajaiban sabar. Enak tenan pasti.

Bila sabar kita dapatkan, Allah pun akan berkenan bersama kita. Innallaha ma’asshabirin. Bila Allah bersama kita, apa yang mesti kita takuti? PerlindunganNya pasti tak tertandingi. Kalau sudah begitu, perlu apalagi?

Saya ingat ketika dikeroyok oleh para pencopet di kereta. Saya hanya bisa bertakbir,”Allahu akbar! Allahu akbar!”. Saya merasa ajal telah tiba karena dipukuli dan disabet dengan sabuk yang besi, kepala sabuknya mengenai pelipis mata saya hingga berdarah-darah. Darah muncrat menutupi wajah dan membasahi baju saya. Para pencopet itu kaget dan khawatir saya mati. Karenanya mereka ngacir kabur meninggalkan saya. Begitulah Allah menyelamatkan saya hingga masih bisa menulis buku ini.

Semoga puasa Ramadhan ini menjadikan kita sebagai orang sabar sejati hingga Allah berkenan bersama kita. Selamat menikmati keajaibannya.


Tentang Dedhi Suharto

Dedhi Suharto, Ak., M.Ak., CIA, CISA adalah opek lulusan STAN 1999 (akuntan) dan lulusan Program S-2 Maksi UI 2008, yg suka nulis. Setelah Qur'anic Quotient(2003) Negarawan Qur'ani (2009), buku ke-3nya Puisi Qur'ani (PQ) Pesona Ramadhan terbit 2010. Penulis Novel Based on True Story ALLAH ITU DEKAT (AID)

Lihat Juga

Inilah 4 Manfaat Puasa Asyura

serambiMINANG.com – Tak terasa, saat ini kita tengah berada di bulan pertama tahun 1438 Hijriyah. …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: