Beranda / Belajar Islam / Inilah Misi Utama Ramadhan Yang Wajib Diketahui

Inilah Misi Utama Ramadhan Yang Wajib Diketahui

misi-uama-ramadhanserambiMINANG.com – Sebelum hari-hari ramadhan segera bergulir dengan cepat, kita mesti senantiasa menjaga agar misi utama ramadhan selalu dalam pikiran kita. Dari dalil-dalil yang shahih dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa misi utama ramadhan adalah kita mendapat ampunan dari Allah dan selamat dari siksaan api neraka.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah naik ke atas mimbar, lalu bersabda: “Amin, amin, amin”, lalu beliau ditanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika engkau naik ke atas mimbar, engkau mengucapkan: “Amin, amin, amin”, kenapa?”, beliau menjawab: “Sesungguhnya Jibril telah mendatangiku, lalu berkata: “Siapa yang mendapati bulan Ramadhan lalu tidak diampuni baginya, maka akhirnya masuk neraka dan dijauhkan Allah (dari surga), katakanlah: “Amin (Kabulkanlah, Ya Allah)”, maka akupun mengucapkan: “Amin”, lalu Jibril berkata lagi: “Siapa mendapati kedua orangtuanya atau salah satunya dan tidak berbakti kepada keduanya, lalu dia mati dan tidak diampuni baginya, maka akhirnya masuk neraka dan dijauhkan Allah (dari surga)”, katakanlah: “Amin”, maka akupun mengucapkan: “Amin”, Jibril berkata lagi: “Siapa yang disebutkan aku lalu dia tidak bershalawat atasku, lalu dia mati dan tidak diampuni baginya, maka akhirnya masuk neraka dan dijauhkan Allah (dari surga)”, katakanlah: “Amin”, maka akupun mengucapkan: “Amin”. (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’)

Dari hadits ini sangat jelas dipahami betapa celakanya orang-orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan ramadhan. Dimana malaikat jibril mendoakan kesengsaraan baginya dan Rasulullah saw mengaminkan doa tersebut. Dengan kata lain, meraih ampunan Allah selama bulan ramadhan adalah sebuah target yang harus dikejar, dan harus sangat serius dikerjakan.

Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits yang hampir mirip: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku, Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya), Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al jami’).

Baca :   Inilah 5 Cara Yang Diajarkan Rasulullah Agar Fitnah Dihapus Dari Diri Kita, Ayo Amalkan..

Maksud dari : “رغم أنف” (Sungguh sangat terhina dan rendah), ini adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan kiasan tentang puncaknya kehinaan dan kerendahan seseorang. Sebab dia tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya dengan datangnya ramadhan dengan berbagai amal shaleh dan.memhon ampun kepada Allah secara maksimal. Akibatnya, ramadhan pun berlalu sedangkan dia belum bertobat dari semua dosa, dan amal shalehnya masih sangat sedikit.

Padahal Allah memberikan fasilitas ampunan setiap hari dan setiap malam, dan memerdekakan hamba-hambaNya dari api neraka setiap malam.

“… Allah pun memberikan pembebasan dari neraka bagi hamba-Nya.Dan itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi 682, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Semua hadits di atas menunjukkan bahwa meraih ampunan Allah dan terbebas dari neraka di bulan ramadhan adalah misi utama kita. Segala macam dan bentuk ibadah, program dan kegiatan selama ramadhan, harus bermuara kepada target tersebut. Jangan sampai ramadhan berlalu, waktu habis dan kesempatan hilang, kemudian kita tidak diampuniNya dan tidak terhindar dari neraka.

Untuk apa gunanya berlapar-lapar dan dahaga, kalau kemudian Allah tidak mengampuni. Sedangkan Allah tidak butuh lapar dan haus kita. Rasulullah saw bersabda yang maknanya, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia lapar dan haus.” (HR Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain yang shahih, Rasulullah juga menegaskan kembali keutamaan puasa, yang artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, niscaya Allah jauhkan wajahnya dari api neraka selama 70 tahun.. (HR Bukhari dan Muslim).

oleh karena itu hendaklah setiap kita mengawal misi utama ramadhan ini, yaitu untuk terbebas dari siksa api neraka. Baik untuk diri kita, keluarga dan keturunan, maupun bagi kerabat dan tetangga.


Tentang Irsyad Syafar

Seorang Guru Ilmu Tafsir, Lulusan Megister Education Universitas Cairo, Mesir

Lihat Juga

Inilah 4 Manfaat Puasa Asyura

serambiMINANG.com – Tak terasa, saat ini kita tengah berada di bulan pertama tahun 1438 Hijriyah. …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: