Beranda / Belajar Islam / Inilah 5 Pengkondisian Allah SWT Agar Hambanya Meraih Keberkahan Bulan Ramadhan

Inilah 5 Pengkondisian Allah SWT Agar Hambanya Meraih Keberkahan Bulan Ramadhan

pengkondisian-allah-swtserambiMINANG.com – Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah bersabda: “Pada awal malam bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Semua pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Kemudian Allah menyeru: “wahai penggemar kebaikan, rauplah sebanyak mungkin!, wahai penggemar keburukan, tahanlah dirimu!”… Allah pun memberikan pembebasan dari neraka bagi hamba-Nya. Dan itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi 682, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Hadits ini mengabarkan tentang kasih sayang Allah yang begitu maksimal bagi hamba-hambaNya pada bulan ramadhan. Telah terjadi pengkondisian yang sangat luar biasa.

Seolah-olah Allah memberikan discount dan obral besar-besaran untuk meraih rahmatNya. Seakan-akan Allah yang membutuhkan hamba untuk beribadah, bukan hambaNya yang butuh. Padahal Dia Maha Kaya dan Maha Agung dari segala ibadah manusia.

*Pengkondisian pertama* adalah dibelenggunya syetan kelas kakap dan jin pembangkang. Sehingga terjadi penurunan yang sangat signifikan dalam godaan terhadap manusia.

Rayuan dan tipuan mereka menjadi berkurang dan melemah. Akibatnya manusia lebih ringan untuk beribadah dan lebih terhindar dari berbuat maksiat. Yang masih bergentayangan adalah syetan dan jin kelas bawah (kroco). Bila masih ada yang berbuat dosa, itu manunjukkan betapa lemahnya dia dan betapa bodohnya.

*Pengkondisian kedua* adalah ditutupnya seluruh pintu neraka dan tidak satupun yang dibuka. Lalu dibuka semua pintu sorga dan tidak satupun yang ditutup. Ini bukan berarti bahwa orang yang meninggal dunia di bulan ramadhan akan langsung masuk sorga, tidak sama sekali. Sebab tahapan masuk sorga baru akan dimulai setelah hari qiyamat, berbangkit, padang mahsyar, hisab dan timbangan amal dihadapan Allah. Namun ini adalah isyarat akan besarnya rahmat dan kasih sayang Allah. Dia membuka seluas-luasnya peluang kemenangan serta menutup celah dan potensi celaka dan sengsara, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca :   Inilah Cerita Mereka Yang Berpuasa Selama 22 Jam di Islandia, Masihkah Kita Mengeluh

*Pengkondisian ketiga* adalah adanya seruan Allah yang penuh kasih sayang, mengajak agar semua menyambut ramadhan dengan penuh kebaikan. Dan menghimbau mereka agar menahan diri dari perbuatan tercela. Orang-orang baik seakan didorong untuk lebih baik lagi. Sebaliknya para pelaku dosa seakan dibujuk untuk berhenti dan mengurangi perbuatan dosanya.

*Pengkondisian keempat* adalah hadiah merdeka dari api neraka yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Dan hadiah ini diberikan setiap malam sepanjang ramadhan. Sungguh sebuah hadiah istimewa yang tiada tara. Karena bebas dari neraka itu merupakan kemenangan yang sebenarnya. Allah telah nyatakan dalam QS Ali Imran: 185 yang artinya, “Maka barang siapa yang dibebaskan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam sorga, sesungguhnya dialah orang yang menang…”

Semua pengkondisian dari Allah ini memang sangat luar biasa. Tinggal lagi bagi para hamba, apakah ikut serta mengkondisikan diri dan keluarganya untuk maksimal beribadah selama ramadhan, ataukah tetap tak peduli dan larut dalam kelalaian.

Sesungguhnya, hamba-hambaNya yang tahu diri pastilah akan ikut serta melakukan pengkondisian. Ibadah dan amal shalehnya pasti akan ditambah; ibadah wajib lebih dirapikan dan ibadah sunat dinaikkan, ibadah personal ditingkatkan dan ibadah sosial diperbanyak. Shalat-shalat wajib dijaga agar tetap berjamaah, shalat-shalat sunnat diperbanyak porsinya. Sedekah dan infaq menjadi lebih berkualitas dalam niat dan jumlah.

Disamping itu segala pencuri waktu selama ramadhan akan dikuranginya, seperti internet, facebook, whatsapp, telegram, televisi, game, dan pencuri-pencuri lainnya. Bila perlu selama ramadhan ini tidak usah dulu menonton televisi. Maka dengan seperti itulah bumi tersambung dengan langit. Hamba tersambung dengan Khaliqnya.


Tentang Irsyad Syafar

Seorang Guru Ilmu Tafsir, Lulusan Megister Education Universitas Cairo, Mesir

Lihat Juga

Inilah 4 Manfaat Puasa Asyura

serambiMINANG.com – Tak terasa, saat ini kita tengah berada di bulan pertama tahun 1438 Hijriyah. …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: