Beranda / Surau / Dakwah / Ini Tentang Kejernihan Hati

Ini Tentang Kejernihan Hati

ini-tentang-kejernihan-hatiserambiMINANG.com – Rasulullah menasehatkan:
“Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa
padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak
dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa
kepadamu dan mereka membenarkannya.” (HR Ahmad).

Ada sebuah warna dikalangan pemuda yang dapat mengubah kerasnya besi menjadi lentur. Warna yang tidak melambangkan kekasaran dan bukan pula kelemahan. Sebuah warna yang sering menjadi pemandangan indah melebihi pelangi ketika senja datang.

Ketika berjalan dan berlari di bumi yang penuh dengan tanjakan, udara berhembus kencang melewati paru-paru diiringi aliran darah yang tersebar hingga pelosok-pelosok tubuh.

Ada segumpal darah yang menjadi simbol kebaikan, segumpal darah yang menjadi penentu baik dan buruknya sifat. Segumpal darah yang mewakili perasaan.

Sebuah hati yang harus dijaga kebersihannya dari noda-noda bening kasat mata. Sebuah muslihat yang mengotori hati dengan cara-cara malaikat.

Apakah hati akan tetap jernih ketika tetes-tetes khamar tiada henti menodai? Sebuah sapaan “hay” dan pertanyaan “apa kabar?” terlalu mencolok menjadi muslihat. Apa lagi kata-kata “kamu baik sekali” yang jelas menghadirkan gelombang elektromagnetik yang kian meradiasi segumpal darah tadi. Tidak harus proklamasi “aku menyukaimu” untuk menghadirkan gempa berpotensi sunami pada hati seorang gadis.

Baca :   Tujuan Pendidikan Nasional adalah Iman dan Taqwa

Kamu memang orang baik untuk mengganggu gadis-gadis sholehah merusak hijab, kesucian, dan keluhuran pekertinya. Kamu terlalu baik untuk melakukannya.

Ada sesosok makhluk yang akupun tidak mengerti bagaimana rupanya. Ada makhluk yang nama bangsanya berarti “tersembunyi”. “Jin”. Kita tidak mengetahui sosok, rupa, sifat, baik, dan seberapa jahanya. Kita hanya perlu untuk TIDAK MEMPERCAYAINYA, karena proklamasinya kepada Ilah untuk menyesatkan anak-cucu dari kakek kita Adam alaihi salam.

Aku tidak sedang mengatakan bahwa gerak gerikmu merupakan jalan terdekat menuju zina. Hanya saja iblis yang selalu menggoda kita telah berumur hingga tidak diketahui berapa bilangan tahun, bulan, dan harinya. Dia telah melakukan muslihat menyesatkan melebihi bilangan umurku dan umurku yang dijumlahkan.

Berhati-hatilah, karena akupun tidak lebih baik dibanding dirimu


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Cinta Yang Tak Jatuh

serambiMINANG.com – Cinta Yang Tak Jatuh Cinta, begitu orang mendengarnya maka yang terbayang hanya sisi …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: