Beranda / Berita / Diminta Dukung Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) Pada Jokowi, MUI Sumbar Tegas Menolak

Diminta Dukung Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) Pada Jokowi, MUI Sumbar Tegas Menolak

mui-sumbar-tolak-gelar-doktor-jokowiserambiMINANG.com – Presiden Jokowi Widodo menjadi salah satu dari beberapa yang sedang dipertimbangkan untuk menerima gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) yang akan diberikan oleh Insitut Agama Islam Imam Bonjol (IAIN IB) Padang, Sumatera Barat pada acara Dies Natalis IAIN IB ke-50.

“Salah satu agenda dalam rangkaian acara Dies Natalis nanti adalah pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada tokoh yang berkontribusi dalam dunia pendidikan dan juga sosial kemasyarakatan,” kata Rektor IAIN IB, Eka Putra Wirman, Jumat (22/7) sebagaimana dilansir dari republika.

Eka mengatakan nantinya Presiden Jokowi diharapkan untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan hari ulang tahun emas tersebut.Akan tetapi hingga saat ini belum ada keputusan final dari pihak senat institut terkait penerima gelar ini, sebab selain Jokowi masih ada beberapa nama yang juga sedang dalam pertimbangan diantaranya Pengusaha Chairul Tanjung, Mentri Agama Lukman Hakim dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Namun pemberian gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) pada Jokowi ini mendapat penolakan dari Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar. Penolakan ketua MUI Sumbar tersebut disampaikan jejaring sosial media facebook miliknya dengan nama Buya Gusrizal Gazahar dengan mangatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat.

“Secara resmi, MUI Sumbar diminta mendukung.
Kami sudah sampaikan bahwa MUI tidak bisa mendukung bahkan MUI mempertanyakan ukuran yang dipergunakan untuk pemberian gelar HC tsb.
Tidak terlihat alasan yang bisa diterima untuk itu.
Terlalu berlebihan bila label “karya besar” disematkan begitu saja kepada “karakter” dan “mental” yang disorakkan oleh yang bersangkutan karena sampai hari ini, semuanya makin terlihat kabur.
Keadilan kepada umat Islam juga dipertanyakan.
Jangan sampai karena pertimbangan politik dan materi semata, si penerima semakin “berkarakter” namun si pemberi menjadi kehilangan karakter.
“Janganlah jadi latah berjamaah !” tulis pernyataan Buya Gusrizal Gazahar pada akun sosial media facebook miliknya.

Baca :   TNI Siap Usir Singapura dari MTA, Tergantung Nyali Jokowi Lagi

Pernyataan yang berisi penolakan tersebut seakan menyiratkan bahwa MUI Sumbar diminta untuk memberikan dukungan atas pemberian gelar yang akan diberikan oleh IAIN IB Padang pada Presiden Jokowi.

Pernyataan Buya Gusrizal Gazahar tersebut mendapatkan dukungan banyak pihak. Hal tersebut terlihat dari berbagai komentar netizen yang setuju atas sikap MUI Sumatera Barat tersebut. Salah satunya komentar dari Menyikapai pernyataan Buya Gusrizal Gazahar tersebut, para netizen setuju dan mendukung pernyataan Buya Gusrizal Gazahar, para netizen memberi berkomentar, seperti pemilik akun facebook Yohana Trisanova yang menulis komentar “Setuju buya…” kemudian dukungan juga ditulis oleh Dewi Rasyid “Setuju Buya.,beberapa perda Islam d hapus oleh jokowi…jadi dmna letak istimewanya jokowi…msh blm ada berpihak kepada Umat Islam…malah semakin mempersempit ruang gerak umat Islam…”

Netizen yang setuju dengan pernyataan ketua MUI Sumbar ini tidak hanya dari masyarakat tapi juga berdatangan dari para alumni IAIN Padang sendiri, seperti pemilik akun facebook Budi Birahmat yang menulis “sebagai salah satu alumni sya juga keberatan…”


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Serangkaian Skenario Melemahkan Umat Islam Era Presiden Jokowi

Tahun 2017 baru berjalan satu bulan, namun kezhaliman dan serangan kepada islam dan umat islam …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: