Beranda / Surau / Dakwah / Inilah 6 Jenis Haji Selain Haji Mambrur Yang Banyak Terjadi Dilapangan

Inilah 6 Jenis Haji Selain Haji Mambrur Yang Banyak Terjadi Dilapangan

irsyad-syafar-hajiRasulullah saw bersabda:

العمرة إلى العمرة كفارة ما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

Artinya: “Umrah ke umrah menghapuskan dosa-dosa diantara keduanya. Dan Haji Mabrur tidak ada baginya balasan melainkan sorga”. (HR. Bukhari Muslim)

Jutaan umat Islam setiap tahun berhaji ke tanah suci. Dari berbagai suku bangsa, negara, budaya dan status sosial. Semua datang ke tanah haram menyambut seruan Allah. Tentu saja semuanya berkeinginan untuk meraih puncak kemuliaan ibadah haji. Yaitu meraih haji yang Mabrur.

Namun, dalam realita lapangan, beragam status terlihat dari para jamaah haji tersebut. Baik karena perilaku yang terlihat, atau karena niat yang tersimpan di dalam hati, ataupun karena “stok” ilmu dan wawasan yang dimiliki.

Berikut ada beberapa ragam haji yang terjadi dilapangan.

1. Haji status.

Yaitu haji yang memang target utamanya adalah mendapat status atau gelar haji. Saat pulang ke tanah air, dia begitu bahagia atau tepatnya bangga bila dipanggil Pak Haji. Dari segi penambahan amal shaleh, semangat berbuat baik, loyalitas kepada Allah dan RasulNya, serta akhlak/perilaku tidaklah terjadi perubahan signifikan pada haji ini. Dia lebih mengutamakan tanda-tanda bahwa dia sudah haji. Seperti pakai peci putih, baju putih dan tentunya pemasangan tambahan label “H” di awal namanya.

2. Haji update

Yaitu orang yang beribadah haji ke tanah suci, yang agenda ibadahnya tidak seberapa, tetapi update statusnya lumayan aktif. Ada status saat pelepasan di asrama haji, saat naik pesawat, mendarat di jeddah, di masjid Nabawi, di Masjidil Haram, di masjid Quba, di bukit uhud, di arafah, Muzdalifah dan Mina. Kadang lagi belanja di toko, update status. Sehabis thawaf atau sa’i update status. Saat makan di restoran arab, ketika berdoa di dekat maqam ibarahim, di bukit shafa marwa, disempatkan juga update status. Sehingga seluruh rekan dan teman-teman di berbagai media sosial menjadi tahu aktifitasnya.

3. Haji shopping

Dari namanya sudah ketahuan. Ini jamaah haji yang hobbinya adalah belanja. Setiap kali pulang ke hotel, ada saja yang dia beli. Ya sajadah lah, ya tasbih lah, ya parfum, ya selendang, gamis, jilbab dan lain-lain. Tidak jarang dia berulang membeli barang yang sama. Karena dapat info harga yang lebih murah dari rekan sesama haji. Jamaah haji jenis ini biasanya lumayan betah berlama-lama keliling pasar dan toko demi toko untuk survey harga, model dan kualitas. Mengalahkan durasi waktunya berdzikir di masjid. Bisa-bisa dia hapal mana toko/kedai yang murah dan mana yang mahal. Saat berangkat tas kopernya masih agak kempes, akan tetapi saat pulang ke tanah air, kopernya bisa beranak.

Baca :   Cegah Lah Orang Yang Lewat Didepan Mu, Ketika Sedang Sholat

4. Haji Picture

Ini adalah jamaah haji yang paling tidak bisa melihat view yang bagus. Insting berphotonya langsung kumat. Kadang sampai level akut. Setiap momen, peristiwa dan tempat mesti berphoto. Kadang tidak satu photo, bisa lebih dan berulang dalam satu momen. Photo-photo itu nantinya akan dikoleksi dan disimpan di rumah atau tempat pengkoleksian lainnya. Photo yang paling bagus bisa menjadi hiasan di ruang tamu rumah dengan figura terbaik…

5. Haji statis

Yaitu orang yang pergi haji menyambut seruan Allah, tapi tidak mengalami dan tidak melakukan perubahan pada diri dan perilakunya ke arah yang lebih baik. Tutur katanya dan obrolannya masih gaya lama, kasar dan tidak terpilih, sering kurang bermanfaat. Akhlak dan perilakunya masih begitu-begitu saja, tidak berubah. Sombong, cuek, tidak peduli, ego dan sebagainya masih menjadi cirikhasnya. Kebiasaan2 buruk dan negatif, jauh dari sunnah dan sering dengan yang makruh, masih saja menjadi kesukaannya. Merokok, makan minum dengan tangan kiri, membuka aurat, bicara jorok atau porno tidak berkurang apalagi hilang.

6. Haji ikut-ikutan

Dialah orang-orang yang tidak jelas orientasinya kenapa dia berhaji. Yang penting ikut rombongan. Orang ke masjid dia ke masjid. Orang thawaf dia thawaf. Orang ke pasar dia ke pasar, orang belanja dia belanja, orang makan, dia makan. Intinya kemana orang kebanyakan dia pun ikut-ikutan. Tapi dia sendiri tidak punya tujuan yang jelas, target yang jelas dan alasan yang jelas dari semua itu. Dia tidak punya gambaran sebenarnya dia mau apa.

Semua jenis haji di atas tentunya tidak satupun yang layak menjadi haji yang Mabrur. Karena haji yang mabrur itu adalah haji yang balasannya tidak ada selain sorga. Tentulah sorga itu teramat mahal untuk hanya dengan jenis-jenis haji di atas.

Haji mabrur adalah haji yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan. Jauh dari status sosial apalagi popularitas. Berbagai rangkaian ibadahnya dilakukan dengan penuh khusyuk dan hati yang tunduk kepada Allah. Bagus secara kualitas, dan baik secara kuantitas. Hari-hari selama perjalanan haji dan juga setelah pulang haji, penuh dengan amal shaleh, kebaikan dan kerja-kerja bermanfaat. Tidak tercampur/Jauh dari hal yang sia-sia, dosa dan maksiat. Kalaupun jatuh kepada dosa atau maksiat, maka segera diirigi dengan taubat dan istighfar….

Haji mabrur adalah haji yang maqbul disisi Allah. Rangkaian ibadahnya diterima dan mendapat ridho dariNya. Semoga jamaah haji Indonesia meraih haji yang mabrur.


Tentang Irsyad Syafar

Seorang Guru Ilmu Tafsir, Lulusan Megister Education Universitas Cairo, Mesir

Lihat Juga

Mahyeldi Berterimakasih Kepada Pemerintah Arab Saudi Atas Undangan Menunaikan Haji

serambiMINANG.com – Diundang sebagai haji khusus, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengucapkan rasa …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: