Beranda / Berita / Kisah Tekad Baja Ingin Naik Haji Meski Harus Diantar Dengan Ambulan

Kisah Tekad Baja Ingin Naik Haji Meski Harus Diantar Dengan Ambulan

jemaah-hajiserambiMINANG.com – Pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyatakan ada dua calon haji di Kota Santri itu yang diberangkatkan dalam kondisi sakit sehingga mereka terpaksa diberangkatkan menggunakan ambulans.

“Calon haji Situbondo yang diberangkatkan menggunakan ambulans, yaitu Sugiyanto (61) warga Desa Perante, Kecamatan Asembagus dan Satrija (49) calhaj asal Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang,” ujar Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Situbondo Maulan Rido seperti dikutip dari Antara, Sabtu (13/8).

Dua calhaj itu, kata dia, memaksakan diri menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya menggunakan dua mobil ambulans yang sudah disiapkan oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan Situbondo.

Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Abu Bakar Abdi menjelaskan bahwa petugas kesehatan setempat sempat memeriksa Sugiyanto yang menderita penyakit gagal ginjal sebelum menuju Surabaya. Calhaj tersebut harus mendapatkan penanganan medis dengan cuci darah setiap 2 minggu satu kali.

Sementara itu, Satrija yang menderita penyakit kanker rahim, menurut dia, juga perlu penanganan medis.

“Sebenarnya, kami sudah menyarankan mereka untuk tidak berangkat karena kondisinya, apalagi dua calhaj itu membutuhkan penanganan medis. Khusus calhaj Sugiyanto membutuhkan cuci darah 2 minggu sekali, kami khawatir kalau calhaj tersebut memaksakan tetap berangkat,” katanya.

Baca :   Begini Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit ISPA

Menurut Abu, lantaran kedua calon haji yang menderita sakit gagal ginjal dan kanker rahim itu memaksa diberangkatkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Imigrasi di Surabaya, apakah kedua calhaj itu nantinya tetap diizinkan berangkat atau harus menunda.

“Yang pasti kami sudah menyarankan lebih baik dua calhaj Sugiyanto dan Satrija ditunda pemberangkatannya. Akan tetapi, kalau Imigrasi Surabaya mengizinkan dan menjamin untuk penanganan medis terhadap kedua calhaj yang sakit itu tidak masalah, dan informasinya di Arab Saudi cuci darah di sana gratis bagi calon haji,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 547 calon haji Situbondo diberangkatkan pada Jumat (12/8) malam oleh Bupati Dadang Wigiarto dan didampingi Wakilnya Yoyok Mulyadi di halaman belakang pemkab setempat.

Semestinya jumlah kuota calhaj Situbondo yang berangkat pada tahun ini sebanyak 550 orang. Akan tetapi, dua calhaj mengundurkan diri lantaran sengaja menunda tahun depan, sedangkan seorang calhaj lainnya meninggal dunia.(merdeka)


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Subhanallah Inilah Manfaat Memelihara Jenggot Untuk Kesehatan

serambiMINANG.com – Sebagian besar pria enggan memelihara jenggotnya karena alasan-alasan tertentu. Namun tahukan Anda, ternyata …

Tinggalkan Balasan