Beranda / Berita / Kayu Langka Asal Mentawai Diamankan BKSDA Jabar

Kayu Langka Asal Mentawai Diamankan BKSDA Jabar

kayu-ilegal-asal- mentawaiserambiMINANG.com – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Seksi I Serang, mengamankan sebanyak 14,5 ton kayu tua langka ilegal. Kayu diduga hasil dari pembalakan liar dari Taman Nasional Siberut dan Hutan Lindung Mentawai, Sumatera Barat.

“Informasi awal kayu kayu ini berasal dari Taman Nasional Siberut dan Hutan Lindung Mentawai, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang dilindungi,” kata Uday Udaya, Petugas BKSDA Jabar Seksi I Serang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (03/09/2016) sebagaimana kutip serambiminang.com via rimanews.

Kayu tersebut akan dikirim ke Bekasi, Jawa Barat, menggunakan truk bernomor polisi BA 8797 RG. Kayu berjenis Kluwing dan Meranti diamankan petugas dalam perjalanan di Tol Tangerang-Merak, hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh di Pintu Tol Serang Timur.

Baca :   Garut Kebanjiran, Gubernur Langsung Turun Tangan

Saat dilakukan pemeriksaan, supir truk bernama Nelson (50) tak bisa menunjukkan dokumen resmi kayu dan hanya memperlihatkan salinannya saja yang diduga palsu.

Saat ini, petugas BKSDA Jabar Seksi I Serang sedang melakukan pemeriksaan dokumen ke petugas kehutanan di Mentawai terkait kayu yang telah dipotong rapih untuk dibuat mebel bernilai ratusan juta tersebut.

Sementara itu, sopir dan barang bukti diamankan di Kantor Gakum Polisi Kehutanan, Jakarta. “Sedang dimintai keterangan di sana (Mentawai). Kasusnya ditangani Polisi Kehutanan,” tegasnya.

Jika terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan Pasal 83 ayat (1) huruf b junto pasal 12 huru e UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman minimal satu tahun penjara.


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Lihat Juga

Garut Kebanjiran, Gubernur Langsung Turun Tangan

serambiMINANG.com –¬†Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan meninjau lokasi yang terkena dampak bencana banjir bandang …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: