Beranda / Berita / KTT G-20 Hasilkan 20 Rekomendasi Untuk Dunia Usaha

KTT G-20 Hasilkan 20 Rekomendasi Untuk Dunia Usaha

Ktt-g20-2016-chinaserambiMINANG.com – Perkumpulan negara dengan perekonomian terbesar di dunia atau lebih dikenal dg G-20 yang pada tahun 2016 ini digelar di Cina, baru saja melakukan pertemuan puncaknya B-20 (B-20 Summit).

B-20 Summit yang merupakan bagian penting dari KTT G-20, sebanyak 900 lebih pelaku usaha yang berasal dari 500 perusahaan terkemuka telah menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk KTT G-20.

Shinta Widjaja Kamdani, selaku Wakil Ketua Umum Kadin bidang Hubungan Internasional, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi beritasatu.com  dikutip serambiminang.com Senin (5/9), menyatakan dalam pertemuan yang berlangsung pada 3-4 September 2016 di Kota Hangzhou, Tiongkok, dihasilkan empat poin utama yang dijabarkan dalam 20 poin rekomendasi. Berikut 20 rekomendasi dunia usaha dalam empat poin:

Membuat langkah terobosan untuk pertumbuhan ekonomi global:
1. Mendorong kewirausahaan dan inovasi.
2. Mengembangkan infrastruktur secara transparan.
3. Meningkatkan peran bank-bank pembangunan multilateral dalam pembiayaan infrastruktur.
4. Memfasilitasi pasar untuk pembiayaan hijau dan investasi.
5. Mempromosikan inklusi keuangan melalui teknologi digital.

Mengembangkan ekonomi global dan tata kelola yang efisien dan efektif:
6. Mengoptimalisasi peraturan keuangan global untuk mendorong pertumbuhan.
7. Memfasilitasi akses UKM terhadap pembiayaan.
8. Mengadopsi kebijakan pajak yang konsisten dan selaras.
9. Memperkuat kerjasama antar pemerintah melawan korupsi.
10. Mempromosikan kondisi bisnis yang lebih transparan untuk mendorong kompetisi.

Mendorong investasi dan perdagangan internasional yang kuat:
11. Memperkuat sistem perdagangan multilateral dan mengurangi usaha-usaha yang bersifat proteksionis.
12. Meratifikasi dan mengimplementasi Perjanjian Fasilitasi Perdagagangan (TFA) pada akhir 2016.
13. Mendukung e-commerce melalui Electronic World Trade Platform (e-WTP).
14. Mendukung usaha untuk memfasilitasi partisipasi UKM dalam rantai nilai global.
15. Meningkatkan kebijakan kondisi investasi global.

Baca :   Diskotik, Karoke, Klab Malam dan Sejenisnya Bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Mempromosikan pembangunan yang inklusif dan saling berhubungan:
16. Menghapus hambatan struktural yang menurunkan rasio partisipasi masyarakat muda dan wanita dalam angkatan kerja.
17. Mengembangkan program untuk mengurangi ketidaksesuaian antara keahlian yang dibutuhkan dan yang tersedia
18. Meningkatkan kondisi regulasi yang mendorong pertumbuhan UKM.
19. Mempromosikan pendekatan yang inovatif untuk infrastruktur masa depan.
20. Membangun konektivitas infrastruktur bagi semua sektor.

Melalui rekomendasi tersebut, B-20 percaya bahwa G-20 akan membentuk sebuah kondisi yang membantu komunitas bisnis internasional dalam perdagangan dan investasi, mengembangkan model bisnis yang baru, dan membuat lapangan pekerjaan baru. Hal ini sangat penting untuk mencapai tujuan G-20, yaitu membangun ekonomi dunia yang innovative, invigorated, interconnected, and inclusive, serta memastikan pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan.

“Kadin Indonesia, Apindo, dan Pemerintah RI saat ini sedang bekerja sama untuk mencapai tujuan ini. Rekomendasi B-20 sejalan dengan arah yang diinginkan Kadin Indonesia dan Apindo agar pengusaha lokal semakin kompetitif, menarik investasi asing yang akan membuka lapangan kerja baru, dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi perdagangan,” kata Shinta.


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: