Beranda / Berita / Lakukan Penelitian Tentang Islam Bertahun-tahun, Gadis ini Putuskan Memeluk Agama Islam

Lakukan Penelitian Tentang Islam Bertahun-tahun, Gadis ini Putuskan Memeluk Agama Islam

mualafffserambiMINANG.com – Hidayah Allah datang kepada seseorang melalui beragam cara. Seperti Aisha Caulfield, misalnya, seorang mantan penganut Katolik yang memutuskan menjadi mualaf setelah melakukan penelitian tentang Islam selama bertahun-tahun.

Caulfield yang berdarah asli Irlandia itu lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga Katolik yang bermukim di Kota Dublin. Ketertarikannya kepada Islam bermula sejak 13 tahun yang silam. Ketika itu, Caulfield merasa ada yang belum lengkap dalam hidupnya.

“Ibarat permainan puzzle, ada satu kepingan gambar lagi yang mesti saya temukan untuk memecahkan teka-teki kehidupan tersebut. Belakangan, saya akhirnya menyadari bahwa ‘kepingan puzzle’ tersebut adalah Islam,” ujar Caulfield seperti dikutip dari laman Irish Independent.

Tidak seperti kebanyakan perempuan di negaranya, Caulfield tidak pernah merasa cocok dengan gaya kehidupan Barat yang begitu bebas. Selain tidak suka mengunjungi klub malam, perempuan itu juga tidak pernah sekali pun meminum minuman keras.

“Saya selalu bertanya-tanya, adakah sekelompok orang di luar sana yang memiliki gaya hidup dan keimanan yang cocok dengan kehidupan yang saya jalani? Berangkat dari pertanyaan itulah, saya mulai tertarik untuk mempelajari Islam,” ujarnya.

Selain itu, ada satu lagi perubahan besar dalam hidupnya sejak berislam, yakni mengenakan hijab. “Saya memakainya hanya semata-mata bentuk pengabdian saya kepada Allah SWT.

Selain itu, berhijab juga merupakan wujud penghormatan saya kepada suami. Bagi saya, kecantikan seorang wanita terletak pada rambut dan tubuhnya. Dan itu tidak untuk diperlihatkan kepada semua orang,” katanya.

Baca :   Hizbut Tahrir Ajak Jokowi Bersikap Proporsional Jika Tidak Mau Membela Islam

Kini, dalam kesehariannya, Caulfield selalu berbusana sopan layaknya Muslimah. Karena penampilannya itu, tidak jarang orang-orang di kotanya mengira Caulfield sebagai imigran.

Namun, begitu mereka mendengar aksen khas Ringsend (salah satu daerah di pinggiran Kota Dublin —Red) dari bibirnya, barulah mereka tahu bahwa perempuan itu ternyata adalah warga asli Irlandia. “Orang-orang (Barat) sering menganggap perempuan Muslim sebagai kaum yang tertindas. Padahal, Islam sangat menghormati kaum perempuan,” katanya.

Dua tahun lalu, Caulfield menikah dengan seorang Muslim asal Mauritius. Sebagai maharnya, dia memperoleh gelang, liontin emas, uang tunai, dan sebidang tanah dari keluarga suaminya
etelah melakukan penelitian secara mendalam, Caulfield pun menjadi yakin bahwa Islam adalah agama yang benar. Empat tahun lalu, dia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi mualaf.

Tidak jarang orang yang baru masuk Islam mendapat pertentangan keras dari orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Namun, syukurlah, hal semacam itu tidak dialami oleh Caulfield. Keputusannya untuk menjadi Muslimah justru mendapat sambutan baik dari keluarganya.

“Keluarga saya malah membelikan saya jilbab. Ayah bahkan memberi saya sebuah Alquran. Padahal, dia seorang Katolik yang taat dan selalu menghadiri Misa setiap pekan,” ujar Caulfield.

Caulfield pun mengaku sangat bahagia bisa hidup dengan tenang dan damai dalam Islam. Dia merasakan ada perasaan yang sangat kuat dan suci setiap kali bersujud dalam shalat. (republika)


Tentang Ropi Chandra Gusti

Penyuka Musik, Penikmat Novel, Pencinta Kucing, Yang Paling Utama Pejuang Agama Allah

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: