Beranda / Surau / Subhanallah Inilah Cara Islam Mengatur Tentang Penggusuran

Subhanallah Inilah Cara Islam Mengatur Tentang Penggusuran

4serambiMINANG.com – Satu hari di Madinah. Umar bin Khattab r.a sedang duduk santai. Pemilik gelar Al Faruq itu memilih beristirahat tepat di bawah pohon kurma di dekat Masjid Nabawi. Hanya, ketenangan Khalifah kedua umat Islam itu terusik dengan kehadiran seorang kakek. Dari Mesir, dia tergopoh-gopoh datang menghadap Umar untuk mengadukan sebuah persoalan.

Setelah mengatur sengal napasnya, kakek itu mengadukan nasibnya. Dia bercerita bahwa Amr bin ‘Ash, gubernur Mesir telah menggusur paksa rumahnya untuk diganti dengan masjid yang mewah. Masjid itu dibangun di samping istana Amr yang megah.

Kakek yang notabene Yahudi itu tak mau rumahnya digusur meski Amr memberikan penawaran hingga lima belas kali lipat dari harga pasar agar si kakek mau pergi. Si kakek keras kepala. Kakek itu menolak mentah-mentah keinginan Amr. Akhirnya, Amr pun menggusur paksa rumah kakek Yahudi itu.

Kepada Umar, dia pun berkisah bahwa bangunan reot itu didirikannya dari hartanya sendiri. Begitu banyak kenangan hidupnya berada di gubuk itu.

Wajah Umar memadam menahan marah. Dia pun meminta orang Yahudi itu untuk mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah. Umar kemudian menggores tulang tersebut dengan huruf alif yang lurus dari atas ke bawah. Di tengah goresan lurus, dia membuat satu goresan melintang menggunakan ujung pedang. Tulang itu pun diserahkan kembali kepada si kakek untuk diberikan kepada Amr.

Si kakek kebingungan ketika diminta untuk membawa tulang itu untuk sang gubernur. Dia tak paham apa yang hendak ditunjukkan Umar lewat sepotong tulang. Sesampainya di Mesir, kakek itu pun menghadap Amr bin Ash dengan tulang bergores pedang khalifah. Melihat tulang itu, wajah sang gubernur pucat. Tanpa menunggu lama, dia mengumpulkan rakyatnya untuk membongkar kembali masjid yang sedang dibangun dan membangun kembali gubuk yang reot milik orang Yahudi itu.“Bongkar masjid itu!”, teriak Gubernur Amr bin Ash gemetar.

Baca :   Allah Memiliki Seratus Rahmat

Orang Yahudi itu merasa heran .“Tunggu!” teriak dia. Si kakek meminta Amr untuk menjelaskan makna di balik tulang dari Umar. Gubernur berkata tulang ini merupakan peringatan keras dari Khalifah. Lewat tulang, Umar seolah hendak mengingatkan, apa pun pangkat dan kekuasaan seseorang suatu saat akan bernasib sama seperti tulang ini.

“Karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas dan adil di bawah. Sebab kalau kamu tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal kepala saya”, jelas Gubernur Amr bin ‘Ash.

Orang Yahudi itu tunduk. Dia terkesan dengan keadilan dalam Islam. Dia pun mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan masjid setelah mengucap syahaat untuk masuk agama Islam. Kisah penggusuran gubuk orang Yahudi menjadi salah satu prinsip keadilan yang diaplikasikan di dalam Islam. Pemimpin umat dilarang untuk mengambil tanah milik orang lain dengan kezaliman. Rasulullah SAW pernah bersabda. “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapisan bumi.” (republika)


Tentang Muhammad Salim

seorang garin yang ingin sukses dan bercita memberangkat kan orang tua nya ketanah suci

Lihat Juga

Serangkaian Skenario Melemahkan Umat Islam Era Presiden Jokowi

Tahun 2017 baru berjalan satu bulan, namun kezhaliman dan serangan kepada islam dan umat islam …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: