Beranda / Berita / Sertifikasi Ulama – Anda Tak Punya Wewenang Ilmiah

Sertifikasi Ulama – Anda Tak Punya Wewenang Ilmiah

serambiMINANG.com – Sertifikasi Ulama oleh “Kemenag” begitu ambigu maknanya. Meskipun “Kemenag” lewat Lukman Hakim Saepudin mengatakan kemenang hanya memfasilitasi aspirasi dari publik, tapi pertanyaannya publik mana yang punya aspirasi tersebut tidak dipaparkan. Bahkan sertifikasi yang dicanangkan justru lebih mendekat pada kepentingan politik praktis.

Jelas saja, karena sebelumnya pemerintah “ogah” ngurusin agama, terkhusus kaum SEPILIS bahkan agama katanya “urusan pribadi”. Dan setiap pergerakan Islam menggeliat maka Isu-isu pemasukan agama (Islam) justru dipanas-panaskan. Bahkan berita tersebut akan menjadi headline berita selama 30 hari X 24 jam

Kita masih ingat ketika siaran TV mainstream menanyangkan penangkapan teroris layaknya acara “reality show”. Lalu diberitakan terorisnya mati “on Air”. Lalu opini masyarakat terkendalikan.

Namun dalam pemerintahan rezim ini kepercayaan masyarakat menurun. Ulama tetap istiqomah dan menjadi teladan bagi masyarakat. Akhirnya semakin hari rakyat semakin sadar siapa yang mesti dipercayai ditambah dengan buruknya kinerja dan pelayanan pemerintah terhadap rakyat.

Akhirnya ulama kembali menjadi harapan hidup pemersatu bangsa, meski kita tidak berbicara dalam taataran yang begitu ideal. Namun Geliat pergerakan umat Islam mulai menggoncang Istana.

Hingga perlulah bagi pemerintah untuk menjadikan “ulama” sebagai kaki tangan mereka. Karena ketika telah disertifikasi artinya mereka terikat dengan lembaga pemerintah.

Tidak boleh lagi bersuara kebenaran yang tidak sesuai dengan standar kebenaran Istana.

Tidak kita pungkiri sertifikasi ini ada manfaatnya. Tapi pertanyaannya apakah negara yang melarang agama masuk ‘Istana’ akan mensertifikasi Ulama??

Saya jadi teringat perkataan arai dalam no vel sang Pemimpi. “Anda tak punya wewenang Ilmiah” !!

Baca :   Hanya Karena Kebakaran Klub Malam, PM Rumania Mengundurkan Diri

Ya benar pemerintah tidak punya wewenang Ilmiah untuk hal ini. Setidaknya untuk sekarang ini.

Meneteri agama sudah pasti kelasnya jauh di bawah “Ulama”. Apakah mungkin murid mau mensertifikasi guru ??

Atau murid yang tolol mau bilang ke guru yang mendidiknya “Anda harus saya sertifikasi dulu”??

Atau sertifikasi mau dilakukan polisi ?? Saya rasa sama saja dengan meneropong tempat yang jauh dengan ujung pipet (sedotan). Sedangkan penerapan hukum saja oleh kepolisian hari ini sangat tajam kebawah dan tumpul ke atas. Yang satu di angkat yang satu di injak.

Lembaga yang ngurusin Agama yang isinya Ulama ya Majelis Ulama Indonesia. Tapi wibawa MUI sendiri tidak dijaga oleh pemerintah.

Bahkan Istana terkesan melindungi satu orang yang dengan mulutnya telah membuat rusuh seisi negeri. Namun para Ulama lah yang menjadi sasaran dan seolah ada drama penjatuhan wibawa ulama itu sendiri.

Dan sekrang yang muncul adalah “Sertifikasi Ulama” . Padahal tidak ada upaya pemerintah dalam kaderisasi ataupun pencetakan ulama.

Dan siapa yang akan mensertifikasi Ulama itu tidak ada orangnya. Karena sudah pasti yang mensertifikasi harus lebih tinggi ilmunya, atau telah mencapai tingkat “ulama” juga.

Jadi buat Pemerintah mungkin saya hanya bilang sesuai kutipan ARai dalam Sang Pemimpi “ANDA TAK PUNYA WEWENANG ILMIAH”

 


Tentang Andri Oktavianas

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Padang

Lihat Juga

Menjaga Semangat Kebangkitan Umat

serambiMinang.com – Pergolakan kebangkitan umat Islam ini merupakan perkara yang sangat besar. Dimana setelah berpuluh …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: