Beranda / Opini / Kemerdekaan, Girlband, dan Musuh Pendidikan

Kemerdekaan, Girlband, dan Musuh Pendidikan

Disekolah, seperti biasa saya dan beberapa orang guru biasanya agak nyinyir betapa pentingnya akhlak atau sekedar sharing betapa was-wasnya kami dengan ancaman moral siswa-siswa dimasa mendatang. Jelas saja, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat hari ini menurunkan rasionalitas dan kepekaan manusia, apalagi remaja tanggung yang semua aspek dirinya sedang dalam perkembangan.

Artinya semua hal sedang dipelajari. Semua kacamata sedang dicobakan. Jika para guru disekolah hanya mengajarkan bagaimana untuk menyelesaikan soal ujian dan mendapat nilai seratus, maka bisa jadi pendidikan itu secara ‘esensi’nya sudah gagal. Walaupun hal tersebut adalah bagian penting pendidikan, namun perlu disadari itu hanyalah jalan/proses.

Hari ini apakah secara langsung ataupun tidak langsung perangai pemerintah yang sangat labil seolah memusuhi para guru waras yang tampan seperti kami ini. Tugas kami tidak lagi mengingatkan racun-racun otak dari selangkangan yang di impor dari luar melalui situs-situs kumuh. Namun kami juga harus mengingatkan bahaya racun yang di undang ‘pemerintah’ untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Jumat besok (18/08) sebagaimana dipastikan oleh panitia penyelenggara Asian Games dan juga pihak-pihak terkait bahwa dua orang personel girlband sexy asal korea akan tampil pada acara countdown atau hitung mundur pesta olahraga se Asia tersebut.

Pendidikan yang dilaksanakan seantero nusantara ini mesti menjawab pertanyaan para siswa pada hari senin (21/08). “Pak/Buk kemaren bapak presiden dan bapak menteri nonton anuu, katanya ga boleh melihat yang begituan?”.

Gak berlebihan memang menyebutnya racun, atau lebih tepatnya dikatakan sebagai pornoaksi. Kalau dalam kamus besar bahasa Indonesia porno itu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat birahi bahkan cabul. Dan pada kenyataanya penampilan, pakaian, aksi yang ditunjukan oleh girlband asal korea yang akan di undang ini memang bagi lai-laki normal akan mengarah pada syahwat. Dan kita masih ingat, kisah remaja yang memasukan cangkul dalam tubuh remaja setelah memperkosa seorang remaja perempuan beberapa waktu lalu. Atau berita tempo hari tentang remaja belasan tahun yang ‘memperkosa’ kambing setelah nonton video porno.

Baca :   Tujuan Pendidikan Nasional adalah Iman dan Taqwa

Okelah yang nonton nanti bukan orang-orang kecanduan pornografi semua. Tapi perlu di ingat hal tersebut adalah pintu gerbang untuk memulai kecanduan pornografi. Karena pada dasarnya otak yang sudah melihat sesuatu akan menyimpan memori tersebut. Ketika melihat hal hal bersifat porno tersebut sistem limbik mengaktifkan zat kimia otak bernama dopamine. Dopamin inilah yang memberi rasa senang, penasaran, dan kecanduan. Jika berlanjut dopamin terus menerus dopamine ini bisa membanjiri bagian otak yang namanya PFC (Pre Frontal Cortex), dan fungsi PFC ini bisa menurun atau bahkan tidak aktif sama sekali.

Fungsi PFC ini adalah untuk konsentrasi, menimbang benar dan salah, berpikir kritis, menunda kepuasan, dan hubungan social. Jika dopamin diproduksi terus menerus maka PFC ini akan mengerut dan sistem limbik yang akan membesar. Singkatnya sifat kebinatangan akan mengalahkan sifat kemanusiaan kita. Singkatnya begitu. Jadi hal-hal bersifat porno ini sebenarnya sangat berbahaya sekali. Karena sifat kecanduannya sama dengan kecanduan narkoba. Dan kerusakan yang ditimbulkan lebih parah daripada kecanduan narkoba. Kalau anda ga ngerti yang beginian, yaw ajar aja anda ngotot bela-belain girlband asal korea.

Terakhir saya ingin katakan siapa saja yang ingin dan ngotot mengundang dan menggelar peringatan HUT RI dengan mengundang girlband tersebut (termasuk pemerintah ), anda sedang menjadi musuh bagi pendidikan negeri ini. Sedangkan dalam Undang-undang no 20 tahun 20013 Sistem Pendidikan Nasional disebutkan:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

NB: Inilah tulisan salah satu rakyat yang masih waras. Saya hanya menyebut Girlband asal Korea tanpa menyebur merk untuk mengharagai penggemarnya di Indonesia,  merknya adalah SNSD 😀


Tentang Andri Oktavianas

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Padang

Lihat Juga

Tujuan Pendidikan Nasional adalah Iman dan Taqwa

Dunia pendidikan tanah air baru-baru ini sedikit dihebohkan oleh wacana “full day shool” menteri pendidikan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: