Beranda / Serba Serbi / Kunci Sekretariat dan Komunikasi

Kunci Sekretariat dan Komunikasi

“Kunci”, sebuah benda yang tidak asing lagi bagi kita sebagai seorang manusia. Ketika kita berbicara tentang benda ini, maka yang tergambar didalam benak kita adalah kunci digunakan untuk membuka dan menutup sesuatu. Sedangkan menurut KBBI Kunci merupakan alat yang dibuat dari logam untuk membuka atau menutup pintu dengan cara memasukannya kedalam lubang yang ada pada induk kunci. Di dalam kehidupan kita, secara tersurat maupun tersirat, kita pasti selalu membutuhkan kunci dimana dan kapan saja. Untuk masuk kedalam rumah, ruangan, atau sebuah sekretariat organisasi, kemudian menghidupkan kendaraan, kita pasti perlu kunci untuk membukanya.

Ada sebuah pertanyaan mendasar bagi kita tentang hal ini. Mengapa harus dikunci? Jawabannya adalah ada sesuatu yang berharga untuk dijaga dan diamankan, karena kita tidak selalu bersama dengan rumah, sekretariat organisasi, atau kendaraan tersebut. Lalu, apa hubungan kunci dengan komunikasi? Nah, inilah letak persoalannya. Kunci akan menghantarkan kita kepada sebuah pelajaran kehidupan tentang komunikasi, dan kali ini fokus kita adalah kepada kunci sekretariat organisasi, karena kita akan mengambil hikmah tentang komunikasi dari sebuah kunci. Didalam sebuah sebuah basecamp atau sekretariat tempat mereka beraktivitas untuk keperluan organisasi seperti rapat, diskusi, dan hal lainnya. Tidak hanya digunakan oleh satu atau dua orang saja, tetapi akan digunakan oleh banyak anggota organisasi. Karena organisasi tersebut menurut KBBI berarti kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Jadi sekretariat difungsikan untuk orang banyak.

Kembali ke persoalan kunci, sebuah sekretariat organisasi akan mempunyai kunci. Lalu dengan anggota yang sangat banyak, bagaimana cara memanajemen kunci? Ya, memang terlihat persoalan ini sangat kecil sekali, tapi bisa dibayangkan jika kunci sekretariat hilang dan organisasi tersebut cuma punya satu kunci,  maka hal ini akan membuat banyak orang panik dan timbul prasangka-prasangka tidak baik sesama anggota yang menjadi akar konflik didalam sebuah organisasi. Kemudian bagaimana solusi jika hal ini terjadi? tidak ada cara lain membuka sekretariat selain mendobraknya. Ada banyak persoalan lain tentang kunci di organisasi. Ketika salah seorang anggota pergi ke sekretariat organisasi dan ternyata tertutup. Maka, tidak ada cara, selain menunggu didepan sekretariat sembari menanyakan keberadaan kunci. Group organisasi akan penuh dengan notif “Assalamu’alaikum rekan-rekan, kunci sama siapa ya? Sekre dikunci, kami mau rapat nih” dan “Wah, kunci tidak sama saya lagi, tapi tadi kunci saya berikan ke si fulan”. Seketika itu semua anggota organisasi bisa menjadi panik karena ketiadaan kunci.

Nah, disinilah letak komunikasi itu dan yang akan menjadi solusi untuk persoalan-persoalan yang berhubungan dengan orang banyak seperti kunci sekretariat organisasi. Kunci mengajarkan kita banyak hal, dari kunci kita akan belajar berbagi peran, misalkan kuncinya diduplikasi dan dibagi tugas kebeberapa orang yang setiap hari dijamin datang kesekre pagi hari untuk membuka dan menutup sekretariat organisasi. Dari kunci kita akan belajar peduli terhadap orang lain dan lingkungan, serta amanah, misalkan yang memegang kunci tersebut dibagi petugas yang memegang kuncinya, siapa yang membutuhkan kunci maka akan menghubungi petugas kunci, kemudian bisa menjalankan tugas sebagai petugas kunci. Dari kunci kita akan belajar memanajemen, misalkan dengan mengatur jadwal piket sekretariat, yang piket akan memegang kunci.

Inti dari semua pelajaran tentang kunci ini adalah komunikasi, dari komunikasi akan melahirkan sebuah koordinasi, dan dari koordinasi akan menghadirkan suasana nyaman bagi setiap kita yang berada didalamnya. Indah bukan? Jika hal ini terjadi diorganisasi, komunitas, kantor, rumah dan lainnya. Maka dari kunci kita mendapatkan dua hal yaitu pentingnya komunikasi dan koordinasi. Karena dua hal ini tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita.


Tentang Fahmi Achta Pratama

Sang Musafir Yang Harus dan Terus Berjalan.

Lihat Juga

LGBT: Antara Kebebasan Individu dan Makhluk Sosial

“Saya pikir negara mencampuri urusan pribadi terlalu jauh, ini adalah intervensi yang berlebihan. Diamana Negara …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: