Beranda / Berita / BEM UNP dalam Aksi Sumbar Bela Pertamina

BEM UNP dalam Aksi Sumbar Bela Pertamina

serambiminang.com – BEM UNP Bersama beberapa kampus lainnya yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Sesumatera Barat menggelar Aksi Bela Pertamina pada hari ini di tiga titik SPBU kota Padang (25/7). Yaitu di SPBU Jati, SPBU Khatib, dan SPBU depan DPRD Sumbar. Aksi ini digagas oleh mahasiswa Se-Sumatera Barat setelah dikeluarkannya dan beredarnya surat yang bernomor S-427/MBU/06/2018 tertanggal 29 Juni 2018, Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan lampu hijau untuk penjualan aset Pertamina. BEM UNP memulai Aksi dari jam 16.30 WIB sampai jam 18.00 WIB, selain berorasi BEM UNP juga menyebarkan leaflet yang berisi kajian BEM UNP, poster-poster penjualan Pertamina, hingga meminta tanggapan masyarakat terhadap penjualan aset Pertamina tersebut dan diakhiri dengan pembacaan doa bersama.

Dalam konferensi persnya, Wakil Presiden BEM UNP yang juga Koordinator Pusat Aliansi BEM SB menyampaikan tiga tuntutan mahasiswa yaitu menolak penjualan aset Pertamina guna mempertahankan kondisi keuangan Pertamina dan mempertahankan, meminta Pemerintah untuk mempertahankan eksistensi Pertamina, dan cabut Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018 yang memprioritaskan kontaktor eksisting untuk memperpanjang kontrak di blok terminasi yang masih produktif. Menteri Politik dan Propaganda BEM UNP menjelaskan hal ini bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1 sampai 5, yang mana pasal ini merupakan aturan dasar pemerintah, maupun rakyatnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mengatur berbagai hal, dari hal-hal yang sederhana hingga berbagai hal yang menyangkut hajat orang banyak.

Baca :   Kecurangan Dalam Ujian Nasional Kembali Dan Terus Terjadi, Kitakah Yang Salah?

Mengapa bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33? Karena Pertamina dikelola oleh BUMN yang mana BUMN sendiri adalah Badan Usaha Milik Negara. Jadi Pertamina adalah milik seluruh masyarakat Indonesia yang dikelola oleh BUMN, sedangkan gaji para karyawan berasal dari Pajak yang oleh masyarakat. Tentu, hal ini hanya akan menguntungkan beberapa pihak dan seharusnya Pertamina memang harus dikelola penuh oleh anak-anak negeri, karena Indonesia punya Sumber Daya Manusia yang mumpuni.


Tentang Fahmi Achta Pratama

Sang Musafir Yang Harus dan Terus Berjalan.

Lihat Juga

Jangan Sampai Hilang, Pewarisan Tarbiyah

serambiminang.com – Usia perjalanan dakwah tarbiyah di Indonesia boleh dikatakan tidak lagi muda. Dimulai pada …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: