Beranda / Berita / Berbagi Duka SMKN 1 Sutera kabupaten Pessel datangi Solok Selatan

Berbagi Duka SMKN 1 Sutera kabupaten Pessel datangi Solok Selatan

Kamis (19/12/2019), keprihatinaan dan kepuduliaan terhadap masyarakat yang terkena Banjir Bandang dan Longsor di solok selatan sumatera barat mengguncang jiwa kemanusiaan Warga SMKN 1 Sutera pesisir selatan (Pessel) untuk melihat langsung korban bencana alam ini ke solok selatan dengan membawakan Ratusan paket sembako untuk membantu kebutuhan pokok pangan pengunsi-pengunsi disana.

Dokumentasi PMR-Wira SMKN 1 Sutera di Posko Utama Solok Selatan

Tragedi banjir bandang dan longsor di solok selatan yang bermula pada Rabu, 20/12/2019 di daerah Pakaan rabaa hingga kembali terjadi pada jum’at 13/12/2019 dengan meluapnya sungai batang hari merendam 3 kenagarian dan 10 Jorong secara merata. tidak sedikit korban yang terdampak bencana ini sekitar 1500 KK dan sejumlah fasilitas umum baik jembatan, jalan masyarakat dan sekolah dimeratai oleh air.

mengetahui kabar yang demikian Indil Candra selaku Pembina PMR SMKN 1 Sutera melalui koordinasi dengan PMI Kabupaten Pesisir Selatan mengerakkan adik-adik PMR untuk memberikan solusi dan melihat respon mereka selaku organisasi yang jiwanya telah terbentuk oleh kemanusiaan itu. Mereka ketika saya beritahukan kabar ini, semuanya ingin bergerak untuk membantu, lalu saya tanyakan lagi membantu seperti apa yang bisa kita lakukan, dan langsung adik-adik PMR ini merespon mereka ingin diberi izin oleh Sekolah untuk melakukan aksi galang dana dan bersedia untuk terjun kelapangan sekaligus mengantarkan bantuan ini, Ujar Indil.

aksi galang dana yang dimulai pada Kamis hingga sabtu mendatang di sejumlah titik ruas jalan Raya Painan-Kambang, SPBU Taratak, Pasar dan rumah-rumah warga  sekitar Sekolah dan dilanjutkan kembali melalui jejaringan sosial hingga pada Rabu/18. dan semua dana yang terkumpul di alihkan dalam bentuk sembako dan sebagian juga dana Tunai yang kita terima dari PMR -WIRA sekolah SMA 1 Pancung Soal Pessel. ujar diki Ketua PMR-WIRA SMKN 1 sutera.

pada kamis/19 Wakil kesiswaan Reflijal di SMK N 1 Sutera melepas keberangkatan 10 Anggota SMKN 1 Sutera yang didalamnya juga terdapat Kepala Sekolah yang bersedia berangkat kelokasi Solsel, rombongan bertolak menuju padang dengan satu mini bus dan pick up L300.

Keberangkatan PMR-WIRA SMK N 1 Sutera Kesolok Selatan di support penuh oleh Kacabdin Wilayah 7 Pesisir selatan Dr. Sadrianto, M.Pd. Beliau menyarankan untuk semua sekolah dibawah Cabang dinas wilayah 7 Pesisir Selatan untuk bisa mencontoh dan menumbuh kembangkan rasa kemanusiaan dikalangan pelajar di Pesisir selatan.

Rombongan yang juga di dampingi oleh Lili Suryati selaku kepala SMK N 1 Sutera ini membawa Ratusan kantong sembako yang berisi Beras, minyak goreng dan Mie Instan yang sudah di Packing perkantongnya dan langsung dibawa menuju Markas PMI Kabupaten Solok Selatan sebelum di distribusikan ke Posko Utama di Kecamatan Sangir Batang hari.

foto kanan Silmede (30) pengantar sembako Kepengunsian dan kiri (37) Lili Suryati Kepala SMKN 1 Sutera, berdiri diatas jejak rumah warga yang rata disapu banjir

Rombongan PMR WIRA ini menuju lokasi bencana pada jum’at 20/12/2019 pukul 08.00 Wib dan didampingi langsung oleh Relawan PMI setempat. Setelah serah terima bantuan sembako langsung meninjau salah satu lokasi terpapar yaitu Lubuk olang aling selatan jorong Talantam. Kecamatan Batang Hari. Melihat kondisi jalan yang sangat sulit untuk mendistribusikan bantuan yang hanya bisa dilewati menggunakan mobil  landcruiser dengan perjalan 45 menit dari posko utama dan disambung lagi menggunakan perahu selama 30 menit untuk sampai dipengunsian warga. Dengan akses jalan yang sangat rumit ini dan mesti masyarakat harus melewati medan yang cukup berat untuk melawan arus air dengan tanpa pelabung dan alat keselamatan dirinya. karena keterbatasan waktu disini jadi hanya 1 titik yang dapat kami lihat langsung dan itu hanya sampai pada titik transfer sembako saja, kalau kepengunsian kita harus naik perahu lagi dan melawan arus sungai dengan kondisi perahu warga saja tanpa adanya safety diperahu itu, miris sekali kondisinya dan itu sangat membahayakan nyawa bagi pengantar sembako ini, tambah LILI SURYATI.

Baca :   Dimediasi Anggota DPR Jazuli Juwaini Yang Juga Mahasiswa Doktoral UNJ, Rektor Cabut SK DO Ronny

Tebalnya lumpur dari sisahan banjir ini mencapai 1 meter dirumah penduduk, sehingga membuat warga harus bertahan di tempat pengunsian imbuh Awal selaku pegawai dinas kecamatan didaerah ini dan juga merupakan Tim penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa masyarakat disana sangat membutuhkan alat pembuang dan  Relawan untuk dapat membantu membersihkan lumpur-lumpur. Beliau juga menambahkan bawah ini adalah kondisi bencana terbutuk yang dialami oleh masyrakat solok selatan, muaro labuah dimana beberapa nagari yang terdampak secara langsung, diantaranya : Jorong talantam, Jorong sungai penuh, Jorong Muaro sangir, Jorong Ombak Kubu dan Jorong Limau Sundai.

Melihat kondisi secara langsung Lili dan rekan-rekan yang ikut kelokasi menyampaikan kepiluan yang sangat dalam melihat dan menyaksikan bagaimana perjuangan TIM Posko dan masyarakat untuk membantu di pengunsian, apa lagi melihat kondisi pengunsi benar-benar sangat miris sekali, mereka harus bisa menahan lapar sembari menunggu bantuan datang, karena mereka tidak punya akses ke luar, jalanan mereka terputus dan akses satu-satunya itu hanya perahu yang bisa beroperasi dan biaya transportasi perahu itu juga tidak sedikit, mereka akan habiskan hingga 1 juta untuk bisa satu kali keluar. kita sangat sedih sekali, semoga pemerintah setempat dan provinsi memperhatikan ini dan bisa memberikan solusi terbaik bagi masyarakat disini, saya yakin semuanya sudah berusaha maksimal. imbuh LILI.

Terakhir Lili menyampaikan ribuan terimakasih kepada seluruh Pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan peduli solok selatan ini, baik para simpatisan dari keluarga besar SMKN 1 Sutera maupun masyarakat dan dinas/instansi lainnya yang ikut memberikan bantuan dan donasinya untuk saudara-saudara kita disolok selatan, yakinlah Bapak/ibu bahwa bantuan yang Bapak/ibu berikan sangat berkah dan sangat membantu kondisi saudara-saudara kita di posko maupun di tenda pengunsian, semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua, Tutupnya. (Sutera)


Tentang Fahmi Achta Pratama

Sang Musafir Yang Harus dan Terus Berjalan.

Lihat Juga

Bersihkan Sisa Banjir Di SMK Negeri 1 Sutera Guru Membahu

Guru-guru di SMKN 1 Sutera saat melaksanakan goto royong Hujan yang mengguyur daerah wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan