Beranda / Arsip Label: nabi

Arsip Label: nabi

Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (4)

serambiMINANG.com – Wahai kaum muslimun, sesungguhnya mencela shahabat Radhiyallahu Anhum sama artinya dengan mengatakan umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah umat yang sesat dan dan paling buruk. Jika mencela shahabat, maka berarti pendahulu umat ini adalah yang seburuk-buruknya umat. Semoga Allah menjauhkan dari hal demikian. Perbuatan kufur seperti …

Selengkapnya »

Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (3)

serambiMINANG.com – Dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala, إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ “Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (QS. An–Nuur: 23). …

Selengkapnya »

Kewajiban Kita Terhadap Shahabat Radhiyallahu Anhum (2)

serambiMINANG.com – Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memberi peringatan keras terhadap perbuatan yang tercela ini dengan sabdanya, مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ . “Barangsiapa yang mencela shahabatku, maka baginya laknat Allah dan para Malaikat serta semua manusia”.(HR. Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani) Nabi Shallallahu Alaihi wa …

Selengkapnya »

Doa Akan Dikabulkan Jika Tidak Terburu-buru

SerambiMINANG.com – Banyak orang yang berdoa namun doanya tidak kunjung dikabulkan. Kenapa bisa demikian? Salah satunya adalah karena tergesa-gesa dalam berdoa. Mari simak penjelasannya berikut ini: Yahya bin Yahya telah memberitahukan kepada kami, dia berkata, “Aku telah membacakan kepada Malik, dari Ibnu Syihab, dari Abu Ubaid, pelayan Ibnu Azhar, dari …

Selengkapnya »

Allah Memiliki Seratus Rahmat (2)

serambiMinang.com – Ibnu Hajar menyebutkan dalam Al-Fath (10/432-433) saat menerangkan hadits ini pada kitab Al-Adab. Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Allah menjadikan rahmat itu seratus bagian.” Al-Kurmani berkata, maknanya akan menjadi sempurna tanpa adanya zharf (kata keterangan) dan semoga في “pada” adalah tambahan atau karena bergantung dengan kalimat yang …

Selengkapnya »

Allah Memiliki Seratus Rahmat

serambiMinang.com – Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memiliki seratus rahmat. Banyak hadits yang menerangkan hal tersebut. Di antaranya adalah hadits berikut ini. حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، …

Selengkapnya »

Tidak Boleh Beristri Lebih dari Empat (4)

serambiMinang.com –Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi banyak kekhususan dalam urusan nikah yang tidak diberikan kepada selain beliau. Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Ghilan Ats-Tsaqafi memeluk agama Islam sementara ia memiliki sepuluh istri. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, اِخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا وَفَارِقِ الْبَوَاقِي ”Pilihlah dari kesepuluh istrimu …

Selengkapnya »

Larangan Mengungkit-ungkit Pemberian (2)

serambiMinang.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kita temui banyak orang yang suka memberi bantuan kepada orang lain. Di antara mereka ada yang ikhlas memberi karena Allah ada pula yang memberi karena ingin dipuji. Bahkan, yang lebih buruk adalah mengungkit pemberian kepada orang lain. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan sifat buruk …

Selengkapnya »

Menjaga Hafalan Al-Quran (2)

serambiMinang.com – Sebelumnya telah dibahas tentang hadits yang menganjurkan untuk menjaga hafalan al-quran. Berikut lanjutan faidah hadits tersebut: 4. Hadits-hadits ini memberi motivasi kepada penghafal Al-Quran agar terus menerus mengulang-ulang Al-Quran yang telah dihafal. Dalam hal ini, saran sebagian ulama perlu diperhatikan, bahwa seyogianya penghafal Al-Quran memiliki batasan (hizb) tertentu …

Selengkapnya »

Pengumpulan Al-Quran (6)

serambiMinang.com – Proyek kodifikasi Al-Quran kali ini berbeda dengan proyek kodifikasi edisi pertama; kodifikasi edisi pertama adalah proses pendokumentasian Al-Quran dengan al-ahruf as-sab’ah (tujuh bahasa ibu) yang berkembang pada saat itu. Artinya, para sahabat tidak terbebani membaca Al-Quran dengan satu dialek bahasa, yakni dialek Quraisy. Mereka diberi keleluasaan membaca Al-Quran …

Selengkapnya »