Beranda / Arsip Label: orang

Arsip Label: orang

Inilah Orang Yang Pertama Membawa Radio Ke Indonesia

serambiMINANG.com – Cornelis Johannes de Groot (1883-1927), mahasiswa Teknik Listrik dan Rekayasa Mekanis, Delftse Polytechnische School, Karlsruhe, Jerman, lulus dengan disertasi berjudul Radiotelegrafie In The Tropen. Dalam disertasinya Groot mengemukakan, Belanda dan Hindia Belanda perlu dihubungkan melalui radio. Kala itu, teknologi belum secanggih sekarang. “Dia yakin, secara teknis hal itu …

Selengkapnya »

Kenapa Seseorang Sulit Menghargai Orang Lain?

serambiMINANG.com – Mengapa seseorang sulit menghargai orang lain? Jawabannya adalah karena kebanyakan mereka berkeyakinan bahwa menghormati adalah potret dari kehinaan diri dan kemuliaan orang yang dihormati. Padahal, aslinya, menghormati orang lain adalah menghormati dirinya sendiri, menunjukkan martabat dirinya yang memiliki nilai-nilai. Penghormatan kepada orang lain tak pernah menurunkan derajat bahkan …

Selengkapnya »

Cegah Lah Orang Yang Lewat Didepan Mu, Ketika Sedang Sholat

serambiMINANG.com – Kalau dikatakan bahwa khuyu’ itu adalah memusatkan pikiran hanya kepada Allah Ta’ala saja, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan memerintahkan untuk mencegah seseorang lewat di depan orang salat. Sebab orang yang sedang konsentrasi mengingat Allah itu tentu tidak akan tahu kalau ada orang lain lewat di depannya. …

Selengkapnya »

Azab Kubur Menanti Orang Yang Remehkan Istinja

serambiMINANG.com – Islam datang dengan membawa peraturan yang semuanya demi kemaslahatan umat manusia, di antaranya tentang menghilangkan najis. Islam mensyariatkan agar umatnya melakukan istinja (cebok dengan air) dan istijmar (membersihkan kotoran dengan batu), lalu menerangkan cara melakukannya, sehingga tercapai kebersihan yang dimaksud. Sebagian orang menganggap enteng masalah menghilangkan najis. Akibatnya …

Selengkapnya »

Orang Buta Boleh Mengumandangkan Azan (2)

serambiMINANG.com – Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Ia adalah seorang yang buta, ia tidak mengumadangkan Azannya hingga dikatakan kepadanya, “Sudah subuh! Sudah subuh!” Maknanya, orang-orang menyaksikan waktu Fajar dengan pandangan yang jelas. Berdasarkan hal ini maka yang ditetapkan adalah melihat waktu Fajar, yang ketika itu haram makan bagi orang …

Selengkapnya »