Selasa, 17 Zulqaidah 1436 / 01 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

BUMN Bangun Pusat Data di Singapura, Sama Saja Bunuh Diri

Rabu, 17 Juni 2015, 07:46 WIB
Komentar : 12
Republika/Yogi Ardhi
Pakar komunikasi dan teknologi, Pratama Persadha.
Pakar komunikasi dan teknologi, Pratama Persadha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno membangun pusat data di Singapura sama saja seperti bunuh diri.Pakar teknologi dan komunikasi Pratama Persadha menilai, langkah itu bisa membuka peluang untuk tidak terkontrolnya akses ke pusat ata.

"Jika akses itu terbuka begitu saja, nanti siapa saja bisa melakukan apapun terhadap isi server atau jaringan tersebut," kata Pratama dalam siaran pers kepada ROL, Rabu (17/6).

DIa menambahkan, banyak yang bisa dilakukan teehadap server jika dibangun di Singapura itu. Pratama menjelaskan, bisa mulai dari pencurian data, monitoring lalu lintas data, pengopian data server, bahkan dengan mudah bisa melakukan peerusakan terhadap semua data dan sistem jaringan.

Selain itu menurutnya, langkah yang diambil Rini untuk mewujudkan e-Goverment bisa membahayakan kedaulatan NKRI. "Kebijakan membangun pusat data pemerintah di Singapura ini tak kalah bahaya seperti saat Indosat dijual dahulu," ujar ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber CISSReC tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, ia menilai, pusat data pemerintah memegang peran yang sangat vital. Terlebih, kata dia, digitalisasi yang dilakukan lewat program e-goverment membuat segala macam data dan sistem mulai terintegrasi dan tidak terlindungi.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menyatakan keberatanya atas rencana menteri BUMN tersebut. Langkah tersebut dianggap sebagai findalan yang dianggap berbahaya jika membangun pusat data pemerintah di Singapura.

Reporter : C32
Redaktur : Erik Purnama Putra
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Mantan Kuasa Hukum Margriet Akui Kliennya Sangat Tertutup

Pakar Pertanyakan Pusat Data Badan Cyber Nasional di Singapura?

Jokowi Asks Muhammadiyah's Help to Fight Mafia