Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 10:27 WIB
Hide Ads

Dianggap Promosi Al-Quran, 2 Buku Ini Diprotes

Oleh : Teguh Setiawan | Selasa, 21 Juli 2015 | 18:45 WIB

Berita Terkait

Dianggap Promosi Al-Quran, 2 Buku Ini Diprotes
(Foto: Presstv)

INILAHCOM. Florida -- Sebuah koalisi kecil wali murid di negara bagian Florida, AS, mengajukan petisi ke pemerintah agar melarang dua buku yang mempromosikan Al-Quran.

PressTV dua buku yang 'meresahkan' itu adalah Nasreen's Secret School dan Librarian of Basra. Buku pertama bercerita tentang bocah Afghanistan yang gemar membaca Al-Quran. Lainnya tentang seorang pustakawan dari Basra, sebuah kota di Irak yang pernah kesohor sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam.

Delapan petisi telah diajukan, dan diterima di tingkat sekolah. Sejumlah orang tua juga membuat posting Facebook, yang mengeluhkan kedua buku itu mengajarkan tentang Al-Quran dan Rasulullah Muhammad SAW.

Alasan tak rasionalnya adalah para orang tua mengatakan buku itu menggambarkan kekerasan yang berkecamuk di Irak dan Afghanistan.

"Itu bukan buku tentang agama, dan sekelompok pendidik mengatakan buku itu dapat diterima oleh kelompok usia tertentu," Guardian melaporkan.

Nasreen's Secret School bercerita tentang seorang gadis Afghanistan yang dikirim neneknya ke sekolah untuk anak perempuan. Librarian of Basra terinspirasi cerita yang dipublikasikan New York Times tahun 2003, tentang pustakawan yang menyelamatkan koleksi buku sebelum bangunan itu dibakar pasukan Inggris.



Christine Jenkins, profesor Universitas Illinois yang mempelajari sastra anak-anak, mengaku terkejut dengan permohonan agar buku itu dilarang di sekolah.

"Mereka tahu tidak dapat melindungi anak-anak mereka dari penggambaran kekerasan," ujar Jenkins, yang telah membaca kedua buku itu.

"Namun buku ini memberikan sebuah perspektif bijaksana tentang masa perang, dan dampak perang bagi sebuah kota serta segalanya," lanjut Jenkins.

Kedua buku ini memperlihatkan kepada kita tentang dampak perang.

Kedua buku ditulis dan diberi ilustrasi oleh Jeanette Winter, dan berdasarkan kisah nyata.

"Jika Anda ingin mengeluarkan buku ini dari perpustakaan dan kela, silahkan. Yang pasti, jangan keluarkan kedua buku itu dari perpustakaan dan sekolah kami," kata Jenkins.

Ia melanjutkan; "Siapa pun bisa menjadi orang tua yang baik, dengan cara membiarkan anak-anak membaca masalah kontemporer."

Tahun 2013, inisiatif serupa dibuat sekelompok kecil masyarakat New York untuk melarang buku, dan gagal.

1 Komentar

Image Komentar
ANDRU - Selasa, 21 Juli 2015 | 20:15 WIB
Kebebasan menulis yg telah dibatasi oleh sebuah negara demokrasi dimana tulisan itu sebenarnya mengungkap sejarah dan tdk ada hubungannya dgn dakwah, ini sebuah kenistaan yg sangat memperhatinkan sebuah negara demokradi

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.