Selasa, 01 September 2015 | 11:02:53

Kamis, 27 Agustus 2015 , 20:45:00

jpnn
jpnn

JAKARTA - Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan, Bank Indonesia selalu mendapat keuntungan meski rupiah babak belur terhadap mata uang asing.

"Sepanjang 2014, BI membukukan keuntungan sebesar Rp 50 triliun. Karena itu juga BI tercatat sebagai salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia," kata Miskbakhun di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Kamis (27/8).

Menurut Misbakhun, keuntungan itu diperoleh karena posisi BI sebagai satu-satunya lembaga negara yang menjabarkan valuta asing di Indonesia.

"Sekarang, bagaimana kita dorong BI sebagai lembaga penjabaran valas memberikan keuntungan untuk bangsa dan negara ini. Dalam konteks itu, kalangan DPR lagi wacanakan BI diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tegas Misbakhun.

Selama ini, sambung Misbakhun, BI tidak bisa diaudit karena alasan independen. Hal itu uga diperkuat dengan UU BI. "Mestinya bisa diaudit agar BI tidak jadi negara di dalam negara. Apakah benar BI ini telah menjalankan tata kelola valas secara benar. Kenapa BI hanya menjalankan dua cara untuk penjabarkan mata uang asing yakni intervensi pasar dan BI rate untuk mengamankan rupiah," imbuh Misbakhun. (fas/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 28.08.2015,
          13:24
          muhidi
          ngomong apa kentut..